Breaking News:

Berita Banjarmasin

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Kecewa Rekomendasinya Belum Dipenuhi GTPP Covid-19 Kalsel

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, H M Luthfi Saifuddin kecewa terhadap Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel yang belum meninda

Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
RAPAT-Rapat koordinasi bersama mitra kerja Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel bidang pendidikan. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, H M Luthfi Saifuddin kecewa terhadap Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel yang belum menindaklanjuti rekomendasinya terkait bantuan internet gratis dan keperluan belajar untuk siswa kurang mampu.

"Kami sangat kecewa jawaban Gugus Tugas yang menyatakan ini masih dalam proses penelaahan," kata Luthfi ditemui usai memimpin rapat koordinasi bersama mitra kerja Komisi IV bidang pendidikan, Rabu (1/7/2020).

Padahal kata Luthfi, rekomendasi tersebut merupakan aspirasi yang disuarakan oleh masyarakat kepada pihaknya dan sudah disampaikan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kalsel sejak awal Juni 2020.

Ini Lima Jabatan Kosong di Lingkup Pemko Banjarmasin dan Diusulkan Dilelang

Jika tidak segera ditindaklanjuti secara serius, Luthfi bahkan mengancam akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk lebih memelototi langkah dan kebijakan Pemerintah dan GTPP di bidang pendidikan yang dinilainya belum nampak hingga saat ini.

"Kalau tidak ditindaklanjuti kami akan buat Pansus dan terus mempertanyakan sikap Pemerintah dan Gugus terhadap dunia pendidikan. Karena selama pandemi ini rasanya belum ada perhatian khusus dari Pemerintah dan Gugus untuk dunia pendidikan," legas Legislator Partai Gerindra ini.

Apalagi kata Luthfi, dunia pendidikan di Kalsel juga sangat terdampak karena anggaran pendidikan di Provinsi Kalsel Tahun Anggaran 2020 sebesar kurang lebih Rp 88 miliar dipangkas dan dialihkan untuk pembiayaan penanganan Covid-19.

Ia berpendapat aspek pendidikan tidak kalah penting dengan dengan aspek lainnya yang terdampak pandemi Covid-19.

Ditemui usai rapat, Plt Wakil Ketua Harian GTPP Covid-19 Kalsel, Roy Rizali Anwar menyatakan pihaknya membutuhkan waktu setidaknya satu atau dua minggu untuk mengkaji lebih dalam terkait rekomendasi yang disampaikan Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel tersebut.

Sepi Pendaftar di PPDB Online Jalur Zonasi, SMPN 29 Banjarmasin Berharap Terbantu Pendaftar Offline

Menurut Roy, pihaknya akan mengundang pakar dan membahas rekomendasi tersebut baik terkait kebutuhan anggaran yang diperlukan serta yang paling penting yaitu pemenuhan indikator urgensinya yang menentukan bisa atau tidaknya rekomendasi itu dipenuhi menggunakan anggaran penanganan dan penanggulangan Covid-19 yang sudah dicadangkan.

"Kalau bicara kondisi keuangan sekarang dengan jumlah kasus masih bertambah tentu memerlukan alokasi anggaran yang tidak sedikit. Jadi kami akan dalami apakah menjadi prioritas di kondisi sekarang ini. Nanti juga akan dikaji bagaimana peran Pemda kabupaten/kota," kata Roy.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, H M Yusuf Effendi, dari data yang dimilikinya, pihaknya sudah mengidentifikasi ada sebanyak 20 ribu peserta didik tingkat SMA/SMK sederajat yang dinilai memerlukan bantuan internet gratis

Sekda Banjar Buka Kegiatan TMMD ke-108 Kodim 1006 Martapura di Desa Biih, Warga Dibantu Kursi Roda

"Peserta didik yang butuh dukungan internet untuk akses belajar daring sekitar 20 ribu dari total sekitar 127 ribu lebih siswa kita di Kalsel," kata Yusuf.

Menurutnya perumusan bantuan internet gratis untuk para peserta didik tersebut memang seharusnya disesuaikan mempertimbangkan faktor perkiraan pelaksanaan belajar dari rumah dan program masing-masing satuan pendidikan. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved