BTalk Bersama Kapolda Kalsel

Saya Netral, Anggota Juga Harus Netral

Apa saja langkah-langkah kepolisian, berikut wawancara BPost dengan Kapolda Kalsel, Irjen Nico Afinta.

banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody
Kapolda Kalsel, Irjen Nico Afinta 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - HARI ini tepat 1 Juli 2020 diperingati sebagai Hari Bhayangkara.

Sejumlah prestasi ditorehkan jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan.

Meski demikian, tugas berat ke depan harus dihadapi.

Selain narkotika dan terorisme, polisi juga berperan aktif dalam penanggulangan pandemi Covid-19 dan karhutla.

Apa saja langkah-langkah kepolisian, berikut wawancara BPost dengan Kapolda Kalsel, Irjen Nico Afinta.

Polda Kalsel beberapa kali mengamankan sabu diduga dari negeri seberang. Seperti apa petanya?

Dari beberapa kegiatan, Polda Kalsel bisa mengungkap dan terakhir 207 kilo sabu. Kami berpendapat selain bagian perlintasan, Kalsel juga jadi bagian pembelian (pasar).

Dalam setahun tidak hanya 207 kg sabu, namun ada tangkapan besar lainnya, berarti Kalsel rawan?

Jaringan besar narkoba di Indonesia yang masuk ke Kalsel itu berasal dari dua jaringan. Ada jaringan dari Myanmar dan pembawanya adalah nelayan-nelayan dari negara-negara di Asia dan masuknya berapa titik -titik selat yang ada di Indonesia.

Satu lagi berasal dari sisi sebelah kiri kita, berasal sekitar kelompok-kelompok Asia Timur, jadi kalau digambarkan memang ada dua kelompok besar di dunia.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved