Komunitas

Turing ke Jorong, Rider RVC Banjarbaru Ini Sambil Pantau Usaha Masyarakat saat Pandemi Covid-19

Selain salurkan hobi turing ada misi lain Ahmad Sholikhin, Rider RVC Banjarbaru tergabung di Bold Riders Banjarmasin saat turing ke Jorong Tanahlaut

istimewa
Ahmad Sholikhin, Rider RVC Banjarbaru yang tergabung dalam Bold Riders Banjarmasin saat turing ke Jorong, Kabupaten Tanahlaut 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Selain menyalurkan hobi turing menggunakan sepeda motor, ada misi lain yang dilakukan Ahmad Sholikhin, Rider RVC Banjarbaru yang tergabung dalam Bold Riders Banjarmasin.

Likin, sapaan Ahmad Sholikhin saat turing dari Banjarbaru ke Jorong Tanahlaut beberapa waktu lalu juga memantau kondisi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Likin yang turing sendirian berhenti di toko kelontong masyarakat di Jalan Ahmad Yani, Pelaihari untuk membeli rokok dan mengisi bahan bakar sekaligus beristirahat sebelum melanjutkan menuju Asam Asam, Jorong.

“Toko-toko seperti Toko Niah yang saya singgahi merupakan salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Makanya kami juga berniat untuk ikut berperan menggairahkan kembali penjualan di toko ini saat pandemi Covid-19 masih terjadi,” kata Likin.

Likin salut dengan toko kelontong di pedesaan yang mulai sadar dengan penyebaran virus ini sehingga ikut berbenah.

Ancam Pakai Pistol Mainan, Pengangguran Ini Ditangkap Polisi

Belajar Mengajar SMAN 5 Banjarbaru Menumpang di SMPN 4 Banjarbaru, Emi Ingatkan Disdik Begini

Lomba Membuat Topi Purun di Taman Budaya Kalsel, Ada Motif Sasirangan

Positif Covid-19 di HST Bertambah Dua Orang, Satu Dirawat di RSUD Ulin

Selain menjalankan protokol kesehatan Covid-19, para pelaku usaha pun sudah mulai berbenah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pembelinya.

Toko Djarum Retail Partnership (DRP) ini berusaha memberikan keamanan dan kenyamanan baru kepada pelanggan dengan menyiapkan tempat cuci tangan dan sabun di depan pintu masuk toko.

"Pengelola toko Niah, Awan Nur Rafii juga tutup toko ini dengan kaca dan melengkapinya dengan AC," kata Likin.

Toko Niah yang memiliki 3 karyawan ini memang merupakan langganan para komunitas motor untuk disinggahi. Sebab di lendemi ini
menerapkan sistem ala swalayan dalam melayani pembeli.

"Karena itu faktor kebersihan sangat diperhatikan. Bahkan untuk mengurangi interaksi, toko ini memberikan layanan dengan mengambilkan barang yang dipesan pembeli.

Untungnya ujar dia Meski pandemi Covid-19 sudah berlangsung lebih dari 3 bulan, omset penjualan di toko DRP ini cenderung stabil dengan omset harian mencapai kisaran Rp 5-6 juta.

(Banjarmasinpost.co.id/Khairil Rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved