Breaking News:

Berita HST

Pura Agung Datu Magintir Bakal Jadi Aset Warisan Budaya Kabupaten HST, Warga Labuhan Datangi Wabup

Pembangunan Pura Agung Datu Magintir Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan, yang terus berlanjut diharapkan dapat dukungan Pemkab HST.

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Syaiful Akhyar

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tokoh Agama Hindu Kalimantan Selatan dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah mendatangi Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah, Berry Nahdian Forqan belum lama tadi.

Kedatangan mereka terkait pembangunan Pura Agung Datu Magintir Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Tokoh Agama Hindu datang untuk bersilaturahmi dan meminta dukungan Wakil Bupati terkait dengan program pembangunan Pura Agung Datu Magintir dengan menyerahkan proposal pembangunan Pura Agung Datu Magintir. Proposal diterima dan nantinya akan di sampaikan kepada Pemkab HST.

Warga Desa Labuhan dan juga tokoh Agama Hindu di Labuhan, Hadi, berharap dengan kunjungan dan silaturahmi Pemkab HST bakal memberikan bantuan untuk kelanjutan pembangunan pura.

Mulai Besok! Ini Jadwal Lengkap Puasa Ayyamul Bidh Bulan Zulkaidah 2020, Cek Niat dan Tata Caranya

Update Covid-19 di Tapin : Positif Corona Tembus 109 Kasus, Tiga Pasien Meninggal

Ciduk Tiga Pengedar Sabu di Banjarmasin, Petugas Temukan 20 Gram Sabu

Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga September, Cara Dapatnya Login www.pln.co.id

Apalagi, saat ini pembangunan pura masih berlanjut. Selain itu, pura ini merupakan satu-satunya dan pura pertama yang dibangun di Hulu Sungai Tengah.

Sehingga penyelesaian pura ini diharapkan dapat membantu umat Hindu untuk beribadah.

Sementara itu, Berry Nahdian Forqan sangat mengapresiasi pembangunan Pura Agung Datu Magintir sebagai tempat Ibadah Umat Hindu.

Apalagi, sejak tahun 1987 setelah berintregrasi dari Kaharingan ke Hindu belum mempunyai tempat Ibadah Pura.

"Pada prinsifnya saya sangat mendukung dengan pembangunan Pura Agung Datu Magintir dengan kebebasan dalam memeluk agama dan bertoleransi antar umat beragama," kata Berry.

Ia mengatakan Pura umat Hindu pertama di Kabupaten HST dengan konsep 60 persen bangunan Dayak dan 40 persen bangunan Hindu mengangkat kearifan lokal adat istiadat Dayak.

"Nantinya, pura ini akan menjadi warisan aset budaya daerah Kabupaten HST pada masa akan datang," katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved