Breaking News:

Berita HSS

Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan Mulai Diterapkan, Dandim 1003 Kandangan Yakin Ada Efek Jera

Sanksi terhadap pelanggar disiplin menaati protokol Kesehatan mulai diterapkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

istimewa/Kodim 1003 Kandangan
Salah satu warga di Terminal Bus Antarkota Provinsi, Jalan HM Yusi Kandangan mendapat hukuman push up karena tak memakai masker saat berada di tempat umum, Jumat (3/7/2020). 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Sanksi terhadap pelanggar disiplin menaati protokol Kesehatan mulai diterapkan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Sejak 1 Juli 2020 seiring mulai diberlakukannya Peraturan Bupati (Perbup) nomor  26 Tahun 2020 sejumlah pelanggar sudah diberikan tindakan. Adapun tindakan yang dilakukan, sesuai sanksi tercantum di Perbup.

Sanksi tersebut berupa push up dan jongkok berdiri 20 kali, membersihkan fasilitas umum (kerja sosial seperti menyapu. Juga  menjadi juru penyosialisasi atau semacam penyuluh, untuk pengimbau masyarakat di jalan menggunakan megaphone. Dari sejumlah sanksi tersebut, pelanggar boleh memilih.

“Laki-laki kebanyakan pilih hukuman push up. Sedangkan perempuan kebanyakan memilih menjadi juru penyuluh covid-19 di tempat umum,”kata Dandim 1003 Kandangan Letkol Inf Dedy Soehartono, kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (3/7/2020).  

Kampung Pelangi Banjarbaru, Awalnya Hanya Empat Rumah, Kini Ratusan Rumah Warna-warni

Belum 24 Jam Swab Tes, Warga Awang Landas HST Meninggal Dunia

Disterilkan, Layanan IGD RSUD H Badaruddin Kasim Tanjung Ditutup Selama Dua Hari

Akhirnya Sri Mulyani Pastikan Gaji Ke-13 PNS, Pensiunan, TNI dan Polri, Ini Besaran yang Diterima

Dijelaskan, sebagai penegak disiplin protokol kesehatan terhadap masyarakat umum, TNI/Polri dan Satpol PP, Gugus Tugas serta OPD Pemkab HSS berupaya menegakkan disiplin masyarakat, dengan melakukan pembinaan dan edukasi melalui sanksi tersebut. Diharapkan, selain memberikan efek jera, juga menimbulkan efek malu karena tak taat aturan.

Dandim menjelaskan, sejak 2 Juli kemarin, patroli dilaksanakan di pasar tradisional dan modern, hotel, warung makan, kafe, restoran, serta toko-toko dan mini market dan angkutan umum.

Sejumlah warga yang kedapatan tak pakai maskerpun dicegat, lalu diberi teguran.  Lalu, pelanggar dihukum sesuai jenis sanksi yang dipilih.

Dandim mencontohkan, salah satu pemilik toko  ada yang melanggar karena membiarkan pengujung masuk toko tanpa masker.

“Jadi selain pengunjung tak bermasker yang diberi sanksi, pemilik tokonya pun kena sanksi, sekalipun sudah pakai masker,”katanya.

Apalagi, jelas Dandim seminggu sebelum sanksi itu diberlakukan, tim sudah menyosialisasikannya ke pihak-pihak tadi.

Bahkan setelah mendapat sosialisasi mereka juga menandatangani perjanjian siap menaati protokol kesehatan, demi memutus mata rantai covid-19.

Termasuk mengatur jarak kursi pengunjung bagi  warung, café dan rumah makan. Disebutkan, secara umum, masyakat HSS sudah menaati protokol kesehatan, khususnya untuk kewajiban memakai masker.

Sedangkan mereka yang diberi hukuman, kebanyakan beralasan lupa, memakainya karena terburu-buru saat hendak keluar rumah.  

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved