Kisah Inspiratif

Mengunjungi Showroom Limbah Kayu Warga Kintap, Meja Kursi Kreasi Gatot Laku Rp 15 Juta

di tangan terampil Gatot Sugeng Santosa, barang bekas itu teramat berguna bahkan ia sulap menjadi bernilai ekonomi tinggi

Penulis: Idda Royani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/roy
Inilah meja kursi ciamik berbahan limbah kayu ulin bikinan Gatot di Kintap, Tanahlaut.. 

Prosesnya lumayan lama hingga beberapa pekan karena juga memerlukan sentuhan ukiran meski minimalis.

Ada sekitar empat orang yang terlibat dalam pengerjaannya.

Pengamplasan dan pemolesan plitur (pengilap kayu) merupakan tahap akhir yang membuat meja kursi bikinan Gatot menjadi kian kinclong dan tampil ciamik.

Harganya pun seketika melambung, naik berlipat ganda dari harga beli bahan mentah (limbah kayu).

“Kalau yang asli tanpa sambungan harganya jauh lebih tinggi, bedanya bisa separuh lebih,” sebutnya.

Harga terendah meja kursi bikinan Gatot pun cukup mencengangkan yakni Rp 6 juta.

“Sejauh ini harga beli tertinggi yang pernah saya dapatkan yakni Rp 15 juta. Barangnya berupa meja dan kursi ukuran kecil saja tapi lengkap dengan empat unit kursi,” sebut Gatot.

Ia menuturkan pembeli tertinggi tersebut yakni dari Madiun, Jawa Timur.

“Itu harga di galeri saya, ambil sendiri ke tempat saya,” bebernya.

Lumayan banyak aneka jenis meja kursi limbah ulin yang terpajang di Galeri Berkat Bersama milik Gatot.

Galerinya terletak di tepi jalan poros Desa Sumberjaya di wilayah RT 2/3.

Cukup mudah dijangkau, jaraknya dari jalan poros Trans Kalimantan jalur Kintap-Sungaidanau juga tak terlalu jauh yakni sekitar satu kilometer.

Kerajinan tangan Gatot tersebut mendapat perhatian pemerintah daerah dan perusahaan sekitar.

Bahkan ia telah mendapat penghargaan dari Bupati Tala dan pada 2018 pernah mengikuti pameran di JCC Jakarta.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved