Breaking News:

SMPN Belum Penuhi Kuota

SMPN 29 Banjarmasin Baru Dapat 20 Calon Siswa, Kepsek Berharap Ada Limpahan Pendaftar dari Sini

Sabtu (4/7) ini merupakan hari terakhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online untuk SMP di Banjarmasin.

banjarmasinpost.co.id/ Frans Rumbon
PPDB-Panitia Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online jalur zonasi di SMPN 29 Banjarmasin, memeriksa berkas pendaftar. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sabtu (4/7) ini merupakan hari terakhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online untuk SMP di Banjarmasin.

Namun sejak dibuka pada Senin (29/6) hingga Jumat (3/7), sejumlah sekolah masih minim pendaftar.

SMPN 29 di Jalan Alalak Utara Kecamatan Banjarmasin Utara baru mendapatkan 20 calon siswa.

“Kamis hanya ada sembilan pendaftar dan Jumat ini ada tambahan dua orang untuk jalur zonasi,” kata sang kepala sekolah, Muhdar.

Sembilan pendaftar lainnya menggunakan jalur afirmasi atau dari keluarga tidak mampu.

“Sementara jalur prestasi tidak ada,” kata Muhdar.

Ladang Uang Laudya Cynthia Bella yang Kini Cerai dari Engku Emran, Bukan Cuma Artis!

GRATIS Listrik PLN Bulan Juli 2020, Klaim Login www.pln.co.id atau WA 08122123123

Kim Soo Hyun Tegang dengan Seo Ye Ji untuk Pertama Kalinya, Drama Its Okay Not To Be Okay Kian Seru

Sedangkan kuota yang tersedia di sekolah ini sebanyak 128 siswa.

“Memang dari tahun ke tahun seperti ini. Tahun lalu misalnya kuota yang tersedia sebanyak 96 siswa, tapi yang masuk hanya 75 siswa,” katanya.

Ditanya mengenai penyebab sepinya pendaftar, Muhdar mengatakan ada beberapa faktor.

Di antaranya banyak orangtua yang memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah agama seperti tsanawiyah atau pondok pesantren.

“Selain itu di daerah ini jarak SMPN cukup berdekatan bahkan kurang dari satu kilometer. Misalnya di sekitar sini ada SMPN 29, SMPN 13 dan SMPN 32,” bebernya.

Muhdar pun berharap ada limpahan pendaftar yang tidak diterima di SMPN lain baik karena tidak lolos seleksi atau kelebihan kuota.

Harapan lainnya adalah dari pendaftaran secara offline yang membuka peluang calon siswa dari Kabupaten Baritokuala.

“Tahun lalu 50 persen peserta didik dari jalur offline ini. Mudah-mudahan tahun ini juga terbantu dengan jalur offline,” harap Muhdar. (edisi cetak)

Editor: Eka Dinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved