Berita Pendidikan

Webinar Tentang Indeks Pembangunan Pemuda era New Normal, Begini Kata Duta Baca asal Jawa Barat

Webinar yang digelar Himpunan Duta dan Pendidik (Hidu Kalsel) kali ini mengangkat tema meningkatkan Indek Pembangunan Pemuda era new normal.

Penulis: Salmah | Editor: Syaiful Akhyar
istimewa
Ferdy Suryawijaya 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID- Pemuda sebagai generasi penerus dan pemimpin bangsa, sudah seharusnya berperan serta dalam pembangunan negara dengan cara meningkatkan Indeks Pembangunan.

Sebab para pemuda lah yang akan membangun negara ini di masa depan.

Menyikapi hal di atas, Hidup (Himpunan Duta dan Pendidik) Kalsel kembali menggelar Webinar atau seminar online Cerita Inspiratif atau Informasi terkait Kepemudaan yang Inspiratif Session 2 melalui media Instagram.

Pada Webinar yang digelar Kamis 2 Juli 2020 pukul 09.30-10.30 Wita itu temanya Meningkatkan Indek Pembangunan Pemuda (IPP) pada Era New Normal.

Sebagai host adalah Ferdy Suryawijaya SAk, Duta Baca Banjarbaru 2019 sekaligus Founder Hidup (Himpunan Duta dan Pendidik) Kalsel.

Sedangkan narasumbernya Rohman Hikmat, Duta Baca Jawa Barat 2020, founder startnow.id

Masih Tahap Sosialisasi, Pemkab Banjar Berlakukan Sanksi Pidana Bagi Pembuang Sampah Langgar Aturan

KH Muhammad Husein Terpilih Jadi Ketua MUI Kabupaten Banjar, Ini Prioritas Program Kerjanya

Nekat Buka, Lokasi Wisata di Kecamatan Hantakan HST Ini Dibubarkan Aparat

Dipaparkan Rohman, meski masih pandemi covid-19 tapi upaya peningkatan IPP tetap dapat dilakukan. Dan berbagai macam hal untuk memotivasi pemuda telah banyak dilakukan antara lain mengadakan pelatihan softskill dan hardskill secara daring untuk menunjang kemampuan para pemuda dalam pembangunan.

"Dalam bidang kesehatan, edukasi terkait dengan pernikahan dini pun sudah seharusnya dilakukan. Karena banyak sekali dampak dari pernikahan dini yakni perceraian, kendala dalam melahirkan, dan permasalahan lainnya," terang Rohman.

Angka pernikahan di usia muda pun menjadi salah satu indikator dalam domain kesehatan dan kesejahteraan. Karena berbicara tentang pernikahan dini, tentu pertimbangan kesiapan fisik dan psikis pun harus disiapkan. Kalau tidak, maka akan banyak permasalahan dalam pernikahan tersebut.

Berbagai domain sebenarnya kuncinya adalah satu, yaitu literasi. Karena melalui literasi, maka berbagai hal bisa kita kuasai. Pengetahuan dan wawasan bisa kita dapatkan melalui membaca, sehingga kita pun memiliki bekal untuk meningkatkan IPP.

Indeks Pembangunan Pemuda merupakan upaya penting untuk mengukur peran pemuda dan kontribusinya dalam pembangunan daerah dan negara.

"Ada lima domain dalam Indeks Pembangunan Pemuda yaitu domain Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Lapangan dan Kesempatan Kerja, Partisipasi dan Kepemimpinan, serta Gender dan Diskriminasi. Kelima domain tersebut memiliki indikator masing-masing dalam menunjang pembangunan pemuda," papar Rohman.

Indikator tersebut ditujukan agar dapat dinilai secara objektif dari setiap domainnya. Tentu hal tersebut sangat penting karena akan menjadi bahan evaluasi dalam mengukur setiap ketercapaian indikator di setiap domain.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved