Breaking News:

Berita Kalteng

Dongkrak PAD masa Pandemi Covid-19, Pemprov Kalteng Hapus Denda Administratif Pajak Kendaraan

Pempro Kalteng berupaya memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) meski dalam kondisi Pandemi Covid-19 melalui sektor pajak dan royalti.

Penulis: Fathurahman | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Fathurahman
Salah satu pendapatan royalti daerah Kalteng dari hasil royalti tambang yang ada di Kalteng. Tongkang untuk angkutan hasil tambang bijih besi saat melintas di Sungai Mentaya Sampit. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemprov Kalteng, berupaya memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) meski dalam kondisi Pandemi Covid-19.

Salah satu caranya dengan melakukan penghapusan denda administratif pajak kendaraan bermotor, sehingga animo masyarakat tinggi untuk mengurus pajak.

Informasi dari Bappeda Kalteng, menyebut untuk semerter I yakni hingga 27 Juni 2020 capaian pendapatan Kalteng sudah mencapai Rp 2,1 triliun dari target sebesar Rp 4,5 triliun atau 46,6 persen.

Untuk PAD Kalteng sendiri sudah tercapai Rp 792,5 miliar dari target Rp 1,4 triliun atau 54,1 persen.

Mantan Plt Dirut Baratala Kritisi Keputusan PHK, Ungkap Masalah Pesangon dan Utang Gaji

Peringatan Dini BMKG Senin 6 Juli: Daftar Wilayah yang Berpotensi Hujan Petir dan Angin Kencang

Ketua DPRD Kotabaru Alami Kecelakaan Mobil di Kelumpang Hulu, Fortuner Penyok, Begini Kondisi Beliau

Diskon 50 % Token Listrik Gratis PLN, Cara Klaim Login www.pln.co.id atau Chat WA 08122123123

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalteng, Kaspinoor, Senin (5/7/2020) mengungkapkan, pihaknya berupaya memaksimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan mempermudah masyarakat untuk membayar pajak dengan penghapusan denda adminsitrasi bagi penunggak pajak kendaraan bermotor.

Bukan hanya itu, pihaknya juga melakukan cara lain, dengan sistem jemput bola yakni memperluas pelayanan ke berbagai daerah agar mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran.

"Sehingga tidak memakan waktu atau perjalanan, sehingga masyarakat dapat membayar pajak tidak jauh,,“ ujar Kaspinnor.

Kaspinnor mengatakan, program Samsat Online Nasional (Samonas) bekerja sama dengan perbankan juga mempermudah wajib pajak dalam pembayaran.

"Program ini menggandeng sejumlah bank untuk bekerja sama dalam melayani wajib pajak.

"Strategi peningkatan PAD yang dilakukan ini sama sekali tidak membebankan masyarakat secara bertahap terus dilakukan agar mempermudah kenyamanan masyarakat ditengah situasi pandemi saat ini,” ujarnya

Sementara itu, Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran, mengatakan, pihaknya memang berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) terutama mengenai pajak serta royalti di bidang pertambangan di tengah pandemi covid-19, yang berdampak pada masyarakat luas dan pelaku usaha.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved