Breaking News:

Bumi Tuntung Pandang

Seorang Nakes di Tanahlaut Meninggal Saat Berjuang Tangani Pasien Covid-19, Wabup Inisiasi Tahlilan

Suasana haru mengiringi acara tahlilan (alm) HM Zakaria, seorang tenaga kesehatan di Fasilitas Pelayanan Khusus Covid-19 di eks RSUD Hadji Boejasin

Penulis: Idda Royani | Editor: Syaiful Akhyar
istimewa/Humas Pemkab Tanahlaut
Suasana tahlilan di Fasyansus di eks RSUDH Hadji Boejasin yang dihadiri Wabup Tanahlaut Abdi Rahman 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Suasana haru mengiringi acara tahlilan (alm) HM Zakaria, salah seorang tenaga kesehatan (nakes) di Fasilitas Pelayanan Khusus Covid-19 di eks RSUD Hadji Boejasin, Pelaihari.

Tahlilan yang digelar, Sabtu (4/7/2020) malam, itu diinisiasi oleh Wakil Bupati Tanah Laut (Tala) Abdi Rahman. Kegiatan religius itu diikuti para nakes serta relawan yang bertugas di Fasyansus Covid-19 tersebut.

Turut hadir Koordinator Fasyansus Covid-19 Tala H Zainal Abidin, dan Ketua harian Relawan Tala Tanggap Covid-19 (RTTC) H Amperansyah.

Almarhum Zakaria meninggal pada Jumat (3/7/2020) malam pukul 23.00 Wita dan dikebumikan diniharinya sekitar pukul 02.00 Wita. Lokasi pemakaman di pekuburan umum di Atilam, Kelurahan Pabahanan, Kecamatan Pelaihari.

Almarhum yang selama ini secara langsung merawat para pasien reaktif dan positif Covid-19 tersebut sempat menjalani perawatan di RSUD Hadji Boejasin Tala sebelum kemudian dirujuk ke RS Ulin Banjarmasin pada 2 Juli 2020.

Namun kondisi yang bersangkutan terus menurun dan sesak napas hingga akhirnya mengembuskan napas untuk terakhir kalinya pada malam itu.

Wabup Tala Abdi Rahman mengungkapkan rasa kehilangannya terhadap almarhum Zakaria. Di depan para nakes dan relawan, ia mengatakan telah kehilangan salah satu perawat terbaiknya.

"Kita sangat kehilangan. Beliau adalah sosok luar biasa yang selama ini secara langsung berhadapan dengan para pasien yang positif, inshaAllah beliau meninggal dalam keadaan syahid khusnul khotimah," tutur Abdi.

Pihaknya sengaja menggelar tahlilan untuk mengirimkan doa kepada almarhum. "Saya ingat beliau pernah lupa untuk berbuka puasa karena saking sibuknya menangani para pasien di fasyansus ini," tuturnya.

Keberadaan fasyansus, sebut Abdi, juga berkat dukungan almarhum. "Siang malam beliau selalu siap ketika saya telepon, saya minta ini itu untuk fasyansus ini selalu disediakan," ucapnya.

Mewakili Pemkab Tala dan masyarakat Tala, Abdi mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada almarhum atas dedikasi dan perjuangan selama ini dalam percepatan penanganan Covid-19 di Tala. (AOL/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved