Breaking News:

Tajuk

Pilkada Pandemi

Jika Pilkada ditunda dan jabatan kepala daerah diisi oleh pelaksana tugas (Plt), dikhawatirkan pandemi Covid-19 tak tertangani dengan baik.

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bina Administrasi dan Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal menegaskan, satu di antara alasan pemerintah ingin Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tetap digelar pada 2020 ini, meski dalam situasi pandemi adalah justru untuk menanggulangi Covid-19.

Momentum Pilkada tahun ini dinilai penting untuk menghasilkan kepala daerah yang mampu menangani wabah.

Sebab, jika Pilkada ditunda dan jabatan kepala daerah diisi oleh pelaksana tugas (Plt), dikhawatirkan pandemi Covid-19 tak tertangani dengan baik.

“Kenapa kok pemerintah semangat? Kami membutuhkan hasilnya,” kata Safrizal di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/7) yang dikutip kompas.com.

Alasan yang mungkin menjadi bahan pembahasan panjang, tak selesai dalam waktu singkat. Pro dan kontra tentu akan menghiasi alasan yang diungkapkan Safrizal.

Terkadang, penilaian singkat dan negatif justru menjadi senjata jitu bagi mereka yang kontra akan pelaksanaan Pilkada 2020 untuk menggoyangkan para pertahana suatu daerah yang siap bertarung kembali.

Dalih penanggulangan bencana Covid-19 akan menjadi titik dasar dari seribu alasan kubu kontra.

Sebaliknya, mereka yang pro makin menggiatkan action dalam memberantas kemiskinan dan kebodohan bertajuk membantu rakyat atau warga yang terdampak Covid-19.

Sasarannya tentu, mendulang sebanyak-banyaknya suara dari warga dan rakyat yang benar-benar membutuhkan.

Terlepas dari pro dan kontra, setidaknya Pilkada 2020 memberikan pelajaran penting bagi rakyat Indonesia dan Kalsel khususnya untuk terus berjuang memerangi praktik adu domba serta perpecahan.

Saling menjatuhkan, saling menyudutkan, bahkan saling beberkan kelemahan lawan politik, akan menghiasi Pilkada Kalsel 2020 jika tak terkendali.

Memang Pilkada diharapkan bisa menghasilkan figur yang ideal dalam menghadapi setiap permasalahan, tak terkecuali masalah penyebaran Covid-19.

Sang pemimpin baru Bumi Lambung Mangkurat pun diharapkan bisa melandaikan grafik Covid-19.

Terlepas dari siapa aktornya yang melandaikan itu, peran serta aktif masyarakat, pejabat serta pemimpin daerah ini, tak bisa dipandang sebelah mata, terutama peran seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah daerah, TNI-Polri, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda, akademisi, maupun insan pers. (*)

Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved