Breaking News:

Headline BPost

SMA di HSU Siap Pinjamkan 40 Ponsel, Kalsel Masih Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh

Kemendikbud menyatakan tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020. Namun di masa pandemi, tidak semua sekolah diizinkan pembelajaran tatap muka.

SMA di HSU Siap Pinjamkan 40 Ponsel, Kalsel Masih Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
screenshot
Headline BPost

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada 13 Juli 2020. Namun di masa pandemi Covid-19, tidak semua sekolah diizinkan melakukan pembelajaran tatap muka.

Pembelajaran langsung hanya bisa dilakukan sekolah yang berada di zona hijau atau tidak ada kasus virus corona. Sedangkan daerah zona kuning, oranye, merah, apalagi hitam, harus melalukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.

Edy Junaidi, orangtua siswi SDN Surgi Mufti 4 Banjarmasin, mengatakan belajar di rumah tidak maksimal. “Biasanya kan hanya menjawab soal via online setelah itu tidak ada penjelasan lagi dari guru. Beda kan kalau di sekolah, pasti dijelaskan lagi oleh gurunya,” katannya. Senin (6/7/2020).

Meski demikian Edy lebih setuju para murid belajar di rumah. “Ya ikut saja anjuran pemerintah, daripada anak saya bahaya. Kalau untuk gawai, kuota atau jaringan, alhamdulillah bisa diusahakan,” ujarnya.

Kesiapan melaksanakan PJJ dinyatakan Kepala SMPN 16 Banjarmasin, Toni Maxitop. “Insya Allah kami siap karena sudah melaksanakannya,” katanya.

Memang tidak semua murid memiliki fasilitas pendukung. “Beberapa siswa terkendala belum memiliki gawai, tapi bisa diatasi dengan mengirim materi atau diambil orangtua setiap Sabtu,” ujar Toni.

Agar PPJ bisa berjalan lebih baik, SMPN 16 sedang melatih beberapa guru untuk menggunakan sejumlah aplikasi pendukung. “Saat ini guru-guru sedang dilatih untuk bisa menggunakan google clasroom, google meet,” paparnya.

Kesiapan juga diungkapkan Kepala SMAN 8 Banjarmasin, Hj Nailah. Bahkan sekolah tersebut sudah menyediakan anggaran dari Bantuan Operasional Sekolah untuk pembelian kuota. “Yang diberi guru dan sebagian siswa yang dinilai kurang mampu,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin Totok Agus Daryanto mengaku sudah mempersiapkan beberapa hal terkait PJJ seperti materi. “Pertengahan Juli dijadwalkan rapat,” ucap Totok.

Halaman
123
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved