Breaking News:

Berita Balangan

Tim Satgas Karhutla Kecamatan Halong Siap Dibentuk, Antisipasi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka persiapan penanganan, penanggulangan karhutla di Kecamatan Halong digelar, Rabu (8/7/2020).

Penulis: Isti Rohayanti | Editor: Syaiful Akhyar
istimewa
Kapolsek Halong, Iptu Krismianto menyampaikan paparan pada Rakor Lintad Sektor pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Kecamatan Halong 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel diketahui sebagai satu wilayah yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Balangan.

Lantas, memasuki musim kemarau, jajaran Forkopimcam Halong mulai bergerak untuk pencegahan dan penanggulangan Karhutla tersebut.

Polsek Halong, Polres Balangan dan jajaran menjadi satu lembaga yang tergabung dalam hal pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Begitu pula dengan Koramil Halong, BPK setempat dan Manggala Agni.

Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka persiapan penanganan, penanggulangan Karhutla di Kecamatan Halong digelar, Rabu (8/7/2020).

Pembahasan mengarah kepada sosialisasi untuk mencegah Karhutla di kawasan tersebut. Apalagi Halong memiliki banyak wilayah hutan di pegunungan.

Meski Pandemi Covid-19, Klinik Kesehatan Perguruan Tinggi di Tala Tetap Buka dan Berikan Layanan ini

Rakit Sarana CTPS Sendiri, Tim CSR Adaro MetCoal Companies (AMC) Bantu Pencegahan Covid-19

1,5 Tahun Buron Setelah Lukai Penjaga Malam di Basirih, Pria Pengangguran Ini Dibekuk Polisi

Wabup HSS Turut Sambut Kunjungan Kerja Danrem ke Kodim 1003 Kandangan

Kapolsek Halong, Iptu Krismianto menerangkan, ada beberapa hal yang dibicarakan dalam Rakor tersebut. Utamanya adalah pembentukan Tim Satgas Lapangan penanganan Karhutla ditingkat Kecamatan Halong.

Terdiri dari Personil TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Staf Kecamatan serta warga masyarakat di desa.

"Kami juga akan melaksanakan sosialisasi atau imbauan serta edukasi kepada warga masyarakat. Khususnya tentang larangan dan bahaya Karhutla. Dimana ini merupakan permasalahan yang menjadi atensi kepolisian," ucap Iptu Kris.

Selain itu tambahnya, Tim Satgas Karhutla juga mensosialisasikan bahaya dan ancaman hukuman bagi siapa saja yang kedapatan dengan sengaja melakukan pembakaran lahan.

Pelaku dapat di jerat dengan Pasal 108 Undang-undang Republik Indonesia nomor 32 tahun 2009 tentang lingkungan hidup, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda setinggi-tingginya Rp 10 miliar.

Iptu Krismianto juga menyampaikan perlunya peran Kepala Desa, Aparat Desa, Tokoh Agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi kepada warga masyarakat tentang larangan membakar hutan dan lahan.

Ia juga mengimbau agar warga Halong lebih waspada dan turut bekerjasama dengan pihak kepolisian, khususnya pula Tim Satgas Karhutla untuk mencegah Karhutla di wilayah tersebut.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved