Berita Banjar

Jamban Apung Kembali Menjamur di Bantaran Sungai Martapura, Begini Target PUPR Kabupaten Banjar

Program Pemkab Banjar membebaskan Kabupaten Banjar dari jamban apung tampaknya sulit diwujudkan. Tahun lalu sempat dirubuhkan, kini kembali menjamur.

Penulis: Milna Sari | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Milna Sari
Jamban apung di bantaran Sungai Martapura di Desa Antasan Senor Ilir, Kabupaten Banjar 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Program Pemkab Banjar untuk membebaskan Kabupaten Banjar dari jamban apung tampaknya sulit diwujudkan.

Pasalnya setelah dirubuhkan beberapa tahun lalu, jamban-jamban apung baru justru mulai bermunculan.

Pada bantaran sungai Martapura di jembatan kembar Martapura misalnya beberapa jamban apung tampak jelas dari Jalan A Yani.

Terang salah satu warga yang tengah menyuci baju di rakit berjamban, Mainah mengatakan sulit jika tak ada jamban di Desa Antasan Senor Ilir pasalnya biasanya warga desa tersebut sangat banyak.

"Banyak pondokan di sini, orangnya banyak, mana mungkin kalau harus pakai wc di rumah semua," ujarnya.

Daftar Insentif yang Bisa Didapat UMKM, Cek Syarat Lengkap yang Harus Dipenuhi

Pesona Pantai Teluk Tamiang Kotabaru, Garis Pantai Hamparan Pasir Putih Sepanjang Satu Kilometer

Tiga Ibu Hamil di Banjarmasin Meninggal Berstatus Reaktif, Kadinkes Tunggu Hasil Swab

Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan atau Ganti Puasa Ramadhan Lengkap dengan Tata Cara Qadha Puasa

Mainah mengatakan juga masih memanfaatkan jamban apung meskipun di rumahnya juga sudah ada WC komunal.

"Kalau di sini tidak tepat kalau mengandalkan WC komunal," ujarnya.

Selain itu pada saat haul ujarnya ada banyak pengunjung yang menginap di sekitar itu sehingga WC yang ada takkan cukup. Karenanya dialihkan ke jamban apung.

"Jamban apung ini juga dibuatnya pas jelang haul dulu, buat jemaah yang datang bisa kalau mau buang air ke jamban saja," tambahnya.

Selain Mainah, ketua RT 3 Antasan Senor Ilir, Rusdi mengatakan memang jamban apung kembali dibangun di desanya. Jamban awalnya diperuntukkan untuk jemaah haul namun kini juga dimanfaatkan oleh warga.

"Seharusnya tidak boleh memang," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Namun ia mengaku tak bisa berbuat banyak, pasalnya di kawasannya jumlah warganya sangat banyak terlebih saat santri kembali masuk.

Desa Antasan Senor Ilir terangnya juga banyak kosan, tak jarang juga kosan tak dilengkapi WC sehingga penghuni kos harus buang air ke jamban.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved