Berita Tanahlaut

Hujan Deras Bikin Kota Pelaihari Kebanjiran, Jalan Raya Sempat Tenggelam

Hujan deras yang mengguyur membuat wilayah Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala)tergenang banjir.

Penulis: Idda Royani | Editor: Hari Widodo
istimewa
Kota Pelaihari terlihat tergenang banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat hingga Sabtu. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), sejak Jumat kemarin hingga sabtu (11/7/2020) siang, menyebabkan air  sungai meluap. Beberapa tempat di wilayah kota kebanjiran.

Kondisi banjir cukup parah terjadi di kawasan Parit (seputar Jalan A Yani) dan permukiman di Pintu Air. Ketinggian genangan di Pintu Air bahkan ada yang setinggi dada orang dewasa sekitar pukul 10.00 Wita saat puncak hujan.

Sejumlah warga setempat pun sibuk mengevakuasi barang-barang berharga untuk dibawa ke tempat sanak kerabat yang lebih aman.

Hujan Kerap Mengguyur, Warga Satu RT di Sejakah Kotabaru Dihantui Banjir

KALBAR Banjir, Rendam 9 Desa di Tumbang Titi Ketapang, Warga Diungsikan

Belasan Hektare Sawah di Kintap Turut Lumat Terpapar Banjir, Dishortibun Tala Lakukan ini

"Gak nyangka kalau banjir dalam begini. Semoga cuaca membaik," ucap Acil Imah, warga sekitar kawasan Pintu Air.

Ia menuturkan rumahnya juga tutur kebanjiran meski tak terlalu dalam.

"Di rumah saya cuma di bawah lutut. Rumah tetangga yang lain lebih dalam lagi," sebutnya.

Sejumlah petugas seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI/Polri, dan relawan lainnya turun ke lapangan membantu warga kediamannya yang terpapar banjir.

Tempat lain yang kebanjiran menyebar di sejumlah tempat. Di antaranya di kawasan Pabahanan, Matah, dan Atuatu. Termasuk di beberapa tempat di pinggiran kota seperti Tirtajaya dan Kunyit.

Jalan raya di Sungairiam (arah Batakan) saat puncak hujan juga sempat tenggelam sejauh beberapa ratus meter.

Begitu halnya jalanan menuju arah Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin.

Menjelang tengah hari, hujan mulai mereda dan pukul 14.00 Wita hujan reda dan menjelang sore cuaca cerah oleh paparan sinar matahari. Genangan air pun mulai menyusut.

"Kalau di kawasan Parit dan Pintu Air lumayan cepat surutnya. Jalan A Yani di Parit yang saat siang tenggelam dan tak bisa dilewati, sore sudah bisa dilewati. Di Pintu Air juga sudah mulai surut," papar M Noor, warga Pelaihari yang berada di lokasi.

Dikatakannya, air dari arah Parit dan Pintu Air menjelang sore masih menumpuk di kawasan Matah dan Sawahan (Bramban).

"Sore jalanan raya di Matah (jalur ke Takisung) masih kebanjiran," sebutnya.

Bupati Tala H Sukamta pun turut turun ke lapangan. Sabtu sore ia memantau jalanan di Matah yang masih terluapi air hujan. Ketinggian genangan sekitar 30 sentimeter.

Sementara itu personel BPBD Tala bersama institusi terkait dan relawan masih terus berada di lapangan guna melakukan pemantauan dan membantu warga.

Banjir di Dua Desa di Satui Surut, 1.562 KK Kembali ke Rumah Masing-masing

Kepala BPBD Tala M Kusry mengatakan pihaknya masih menghimpun data terkait dampak banjir.

Beberapa warga Pelaihari berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai.

"Banjir kali ini selain akibat hujan deras yang berlangsung lama, menurut saya juga dikarenakan aliran sungai mendangkal. Tolong diperdalam lagi," ucap Rusani, warga Matah.(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved