Breaking News:

Berita Kabupaten Banjar

Sekolah di Kabupaten Banjar Diberi Kelonggaran Ini dari Disdik

Masih menjadi zona merah Covid-19 membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banjar tetap melarang kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah.

istimewa
Pengumuman MPLS SMAN 1 Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, secara daring. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menjadi daerah yang tetap melarang adanya pembelajaran tatap muka di sekolah. Ini untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

Masih menjadi zona merah Covid-19, membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banjar tetap melarang kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah meskipun jelang tahun ajaran baru.

Hal itu ditegaskan Kadisdikbud Kabupaten Banjar, Maidi Armansyah, Minggu (12/7/2020), tentang tidak akan ada tatap muka meskipun akan dilakukan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)

"Jadwalnya dari 13 Juli hingga 15 Juli 2020 ini," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Sekolah tingkat SD dan SMP jelasnya tidak dianjurkan untuk tatap muka. Namun pihaknya memberi kelonggaran bagi sekolah untuk mengundang orangtua siswa untuk pembagian materi terutama bagi orangtua yang tidak bisa daring.

Ratusan Siswa Baru di Kabupaten Banjar Bakal Ikuti Kegiatan MPLS Secara Daring

Mobil Dinas Dishub Kabupaten Banjar Tabrak Pohon di Tapin

Jelang Kunjungan Aster Kasad, Danrem 101/Antasari Tinjau Lokasi TMMD

Tabrakan Beruntun Motor, Colt L 300 dan Truk di Mataraman Kabupaten Banjar

Satu Pesantren di Kabupaten Banjar Mengusulkan Pembelajaran Tatap Muka, ini Persyaratannya

"Kami memperbolehkan sekolah apabila memang diperlukan mengundang rapat orangtuanya dengan mengatur jumlah peserta rapat dengan menggunakan protokol kesehatan," jelasnya.

Namun untuk siswa, tegasnya, tetap tidak diperbolehkan tatap muka.

Ditanya terkait alasan Disdikbud Banjar hanya memberi kelonggaran bagi orangtua siswa, menurut Maidi, karena orangtua dinilai saat ini lebih bisa diarahkan untuk pelaksanaan protokol kesehatan dibandingkan siswa.

Tidak hanya untuk MPLS, tatap muka bersama orangtua siswa ujarnya juga diperbolehkan untuk sosialisasi lain misalnya kegiatan di sekolah, pembagian materi pelajaran dan lain-lain.

Seperti diketahui, hingga kini GTPP Covid-19 Kabupaten Banjar masih melarang pembelajaran tatap muka di sekolah.

Pembelajaran tingkat SD dan SMP dilakukan secara daring termasuk pada tahun ajaran baru 2020 ini.

(Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved