Breaking News:

Tajuk

Kenormalan Baru di Tahun Ajaran Baru

Mendikbud RI Nadiem Makarim menyebutkan prinsip kebijakan pendidikan di masa pendemi Covid-19 adalah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan.

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Langit Senja belajar secara daring di rumah di Depok, Kamis (4/6/2020). Meski Kota Depok bersiap memasuki fase PSBB proporsional pada 5 Juni 2020, sebagai transisi menuju normal baru namun kegiatan sekolah di tempat belum akan dibuka. 

Editor: Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hari ini, 13 Juli 2020, tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai. Pemerintah memang memutuskan tidak akan menunda tahun ajaran baru.

Namun pemerintah juga telah memutuskan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka hanya dilakukan di wilayah zona hijau Covid-19.

Sedangkan daerah yang masih zona kuning, oranye dan merah melanjutkan pembelajaran dari rumah (BDR).

Mendikbud RI Nadiem Makarim menyebutkan prinsip kebijakan pendidikan di masa pendemi Covid-19, adalah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat.

Karena itu, Kemendikbud RI menetapkan syarat ketat. Setidaknya ada empat hal yang harus dipenuhi. Pertama, status kabupaten/kota dalam zona hijau. Kedua, Pemda atau Kanwil/Kantor Kemenag memberi izin.

Ketiga, satuan pendidikan memenuhi semua daftar periksa dan siap pembelajaran tatap muka. Keempat, orangtua setuju untuk pembelajaran tatap muka.

UPDATE Corona Dunia 13 Juli: 13,02 Juta Orang Positif Covid-19, di Brazil Dekati 1,9 Juta

UPDATE Covid-19 Kalsel: 112 Pasien Sembuh, Perbesar Persentase Kesembuhan Jadi 33,6 Persen

Covid-19 di Kalteng Capai 1.206, Tambah 52 Orang Positif, Kabupaten Lamandau Siap New Normal

Kemarau Basah Tanpa Sekolah

Pembelajaran Tahun Ajaran Baru di Banjarmasin Berlangsung Daring, Sekolah Undang Orangtua

Jika syarat itu dipenuhi, maka peserta didik boleh melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan secara bertahap.

Saat ini sudah ada 104 kabupaten dan kota di Indonesia yang masuk kategori zona hijau Covid-19.

Meski demikian, pembukaan kembali sekolah di daerah zona hijau harus dilakukan secara hati-hati.

Terlebih, kasus positif korona di Indonesia masih tinggi. Pada Jumat (10/7), juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan ada 1.611 kasus baru korona.

Kondisi yang tidak kalah memprihatinkan terjadi di Kalimantan Selatan yang masuk zona merah.

Pengumuman MPLS SMAN 1 Martapura secara daring
Pengumuman MPLS SMAN 1 Martapura secara daring (istimewa)

Secara nasional, Kalsel menempati rangking enam tertinggi penularan Covid-19. Dari jumlah itu Kota Banjarmasin menjadi daerah dengan kasus terbanyak. Sebab ada 1.699 positif Covid-19.

Jika nanti pembelajaran tatap muka sudah diterapkan, tentu perlu peran orangtua dan guru agar para siswa disiplin menerapkan protokol kesehatan selama di perjalanan dan sekolah.

Sebab tahun ajaran baru di era kenormalan baru perlu komitmen kuat kita bersama agar tidak ada lagi korban Covid yang berjatuhan, khususnya di kalangan anak-anak kita. (*)

Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved