Breaking News:

Tajuk

Bencana di Tengah Corona

Banjir yang melanda Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) meluas. Setidaknya banjir juga terjadi di Desa Asamasam, Kecamatan Jorong.

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID -Intensitas curah hujan yang tinggi terjadi Jumat (10/7) hingga Sabtu (11/7) membuat banjir di kawasan Tanahlaut. Beberapa kawasan seperti parit kawasan Jalan A Yani dan pintu air terendam hingga setinggi dada orang dewasa.

Banjir yang melanda Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel) ini juga meluas. Setidaknya banjir juga terjadi di Desa Asamasam, Kecamatan Jorong.

Sejak Minggu siang kemarin air sungai setempat meluap dan membanjiri sebagian rumah warga setempat yang selama ini kerap terpapar banjir.

Bencana yang bagi sebagian warga sekitar dianggap sudah biasa. Hujan deras durasi lama sudah dimaklumi warga akan merendam kawasan mereka. Namun tahun ini pastinya beda. Bencana tahunan menjadi pelengkap di tengah pandemi Covid-19.

Belum tuntas wabah mendunia yang bisa mengakibatkan kematian. Kini masyarakat harus berurusan dengan banjir yang melanda. Hasil kebun tak seberapa, malah terendam. Jelang Iduladha atau hari raya kurban, sapi yang ada pun mati tenggelam.

Duka bertubi ini menjadi perhatian semua. Bukan hanya pemerintah daerah setempat yang harusnya lebih tanggap.

Kabupaten lain dan provinsi pun sudah selayaknya juga lebih tanggap dan turut peduli untuk meringankan bencana dihadapi warga.

Kabupaten lain pun kini juga harus waspada. Malahan yang kemarin diapelsiagakan bukan bahaya banjir, melainkan waspada karhutla.

Hadapi bencana dengan tetap protokol kesehatan bukan perkara mudah, namun tetap dilakukan.

Jangan sampai terjadi pandemi bertambah parah di tengah bencana banjir. Tidak terjadi klaster baru di tengah terendamnya rumah warga.

Susah memang, namun semua harus bergerak dan menyatukan langkah agar penanganan bencana di tengah pandemi tetap terlaksana demi keselamatan bersama.

Apalagi Tanahlaut merupakan salah satu kabupaten zona merah dengan jumlah positif mencapai 342 terhitung Minggu (12/7) berdasarkan rilis gugus tugas pemerintah provinsi Kalsel.

Bantuan memang harus diberikan. Pastinya tetap diperhatikan tenaga dan juga bantuan harus tepat sasaran. Jangan sampai bencana di tengah pandemi malah menjadi kesempatan mengambil keuntungan. Semua harus saling bantu. (*)

Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved