Breaking News:

Opini Publik

Herd Immunity dan Ekonomi di Kalsel

Pemerintah Daerah harus memperhitungkan jumlah overload pasien yang masuk rumah sakit covid 19 akibat herd immunity.

Herd Immunity dan Ekonomi di Kalsel
istimewa
Muhammad Handry Imansyah

Oleh: Muhammad Handry Imansyah, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis, ULM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Provinsi Kalimantan Selatan akhir-akhir ini menjadi salah satu provinsi yang terbesar pertumbuhan kasus Covid-19 di Indonesia.

Bila tidak serius dalam memutus rantai penularannya dan berlarut-larut penanganan Covid-19, maka Covid-19 berpotensi untuk menyebar lebih dahsyat yang berakibat pada kerugian jiwa dan ekonomi.

Kondisi penularan yang tinggi akibat kebijakan relaksasi PSBB di beberapa kota dan kabupaten yang memiliki kasus tinggi di awal merebaknya covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain kebijakan relaksasi tersebut, selama masa PSBB, kondisi penegakan aturan juga sangat lemah sehingga adanya PSBB hanya berpengaruh pada beberapa sektor non esensial saja. Namun mobilitas orang masih tetap tinggi di dalam kota.

Dampak Sisi Permintaan

Penulis membuat simulasi dengan Tabel Input-Output Kalsel 2010 yang penulis update untuk harga 2019 dengan memberikan shock yang ringan karena PSBB tidak berlangsung lama maka dipakai asumsi kasus ringan yaitu terjadi penurunan permintaan akhir di sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 15 persen, dan angkutan dan komunikasi turun sebesar 15 persen pada base case.

Dari simulasi yang ringan ini, maka dapat diketahui potensi dampak dari Covid-19 terhadap tingkat pengangguran di Provinsi yaitu sebesar 95,327 orang kehilangan pekerjaan. Jumlah ini setara dengan 4.4 persen dari jumlah orang yang bekerja.

Jumlah orang yang kehilangan pekerjaan paling banyak di sektor perdagangan, sektor akomodasi dan makan dan minum (restoran) dan diikuti oleh sektor pertanian.

Hal ini cukup mengkhawatirkan, karena dampak berantainya ternyata sampai ke sektor pertanian. Inilah salah satu kelebihan analisis Input-output yang bisa mengukur keterkaitannya sampai ke sektor lainnya.

Halaman
1234
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved