Breaking News:

Berita Banjarbaru

Kemenag Banjarbaru Akan Lakukan Pantauan Protokol Kesehatan di Ponpes

Kemenag Banjarbaru kirim regulasi pembelajaran terkait dengan proses pendidikan ke semua ponpes untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19.

PONPES ALFALAH BANJARBARU UNTUK BPOST GROUP
Santri saat akan masuk ke Ponpes Al Falah, Banjarbaru, Kalsel, diperiksa suhu tubuh terlebih dulu. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Sejumlah pondok pesantren di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ). mulai aktif melakukan proses belajar mengajar meski dalam situasi pandemi Covid-19.

Dikatakan Plt Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kemenag Banjarbaru, Alamsyah, regulasi pembelajaran terkait dengan proses pendidikan di ponpes sudah diedarkan ke ponpes-ponpes yang ada di Banjarbaru.

"Kami sudah menerima regulasi pembelajaran dari empat SKB Menteri Agama, Menteri Pendidikan, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, per tanggal 15 Juni 2020. Hal ini sudah kami sosialisasikan ke ponpes di Banjarbaru," katanya kepada Banjarmasinpost.co.id, Rabu  (15/7/2020).

Pada regulasi itu ada empat poin utama. Pertama, pondok pesantren wajib membentuk gugus covid penanganan Covid di ponpesnya. 

Berikan Motivasi Warga, Wakapolres Banjarbaru Tinjau Kampung Tangguh Banua Kelurahan Syamsudin Noor

Peternak Sapi di Sungai Abit Cempaka Banjarbaru Bingung, 2 Ekor Hilang Tanpa Jejak

VIDEO Penjelasan Kasatpol PP Banjarbaru Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Pilkada di Tengah Pandemi, Jumlah TPS di Banjarbaru Bertambah 25 Titik

Kedua, wajib menyediakan fasilitas pencegahan dan penanganan Covid-19, seperti tempat cuci tangan dan fasiltas lainnya.

Ketiga, Ponpes tersebut juga harus ada rekomendasi dari tim gugus tugas setempat. Keempat, para pengelola dan santri juga memiliki surat kesehatan, minimal dari puskesmas setempat.

"Jadi, ponpes bisa melakukan pembelajaran bila memenuhi regulasi protokol kesehatan itu," terangnya.

Pihaknya juga akan melakukan pemantauan langsung dan verifikasi kepada sejumlah pondok pesantren yang sudah mulai aktif belajar.

"Memang, pondok pesantren memiliki kewenangan mandiri untuk proses pembelajaran dengan catatan memenuhi regulasi protokol kesehatan," lanjutnya.

Nantinya, hasil pemantauan itu akan disampaikan ke Kanwil dan tentunya gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Banjarbaru.

(Banjarmasinpost.co.id/Aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved