Berita Kabupaten Banjar

Pejabat Dinas PUPR Kabupaten Banjar Ini Sebut Jamban Apung Jadi Kultur

Pejabat Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Kalsel, mengatakan buang hajat di jamban apung sudah jadi kultur warga setempat sehingga sulit diubah.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
MC KOMINFO BANJAR UNTUK BPOST GROUP
BUPATI Banjar saat kegiatan penghapusan jamban apung di lima kecamatan. Dimulai di Desa Tambak Baru Ulu, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, pada Rabu (5/2/2020) 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Masih banyaknya jamban apung di kawasan Martapura, menurut Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, sudah dikoordinasikan dengan kepala desa setempat.

Sebelumnya jamban apung masih terlihat di kawasan Sungai Martapura kawasan Desa Antasan Senor Ilir, Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ).

Dikatakan Irwan, buang hajat di jamban apung sudah jadi kultur warga setempat sehingga sulit diubah. Namun hal itu tidak dibenarkan, mengingat kondisi air sungai yang semakin turun kualitasnya.

"Air sungai itu sudah sangat turun kualitasnya, Dari hulu, sungai sudah tercemar karena aktivitas pertambangan, pertanian, peternakan dan pemukiman. Kalau ditambah dengan jamban apung, kualitas air akan benar-benar rendah," jelasnya.

Jamban Apung Diberangus, Warga Desa ini Kerap Bingung BAB

Topang Program Penghapusan Jamban Apung, Puskesmas Ini Dapat Penghargaan Bupati Banjar

Dinas PUPR Banjar Galakkan Gebraks untuk Dukung Program Bupati Banjar Bongkar Jamban Apung

Pada dasarnya pembuatan MCK pribadi, tak hanya dari dana Dinas PUPR, namun juga bisa sharing dari dana desa maupun dari CSR. "Kami akan pertimbangkan lagi untuk mencari solusi atas masalah itu," ujarnya.

Terkait klaim Bidang Cipta Karya yang mengatakan sudah 913 buah jamban apung yang dihapuskan, namun nyatanya kini dibangun kembali oleh warga, ia katakan, hal itu akan dikaji lagi jumlahnya.

Namun untuk penghapusan seluruh jamban apung di Kabupaten Banjar, ucapnya, sulit karena total jamban apung yang terdata ada 9.000 buah. "Target kami sementara ini cuma 1.000 dulu. Kalau semuanya, akan sulit sekali," terangnya.

Kecamatan yang menjadi prioritas penghapusan jamban apung terangnya dari kota Martapura, Astambul, sampai Sungai Tabuk.

( Banjarmasinpost.co.id/Milna Sari)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved