Wabah Corona di Kalsel
Ruang Isolasi RSUD H Hasan Basry Penuh Pasien Covid-19, Pemkab HSS Cari Solusi
Ruang isolasi RSUD H Hasan Basry Kandangan tak mampu lagi menampung pasien, Pemkab HSS menambah ruang perawatan di bangunan eks rumah sakit yang lama
Penulis: Hanani | Editor: Alpri Widianjono
Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan ( Kalsel ), terus bertambah.
Hal tersebut membuat ruang Isolasi RSUD H Hasan Basry, Kandangan, tak mampu lagi menampung pasien.
Pihak Pemkab HSS menambah ruang perawatan di bangunan eks RSUD H Hasan Basry, samping Kantor Dinas Kesehatan.
Sekretaris Daerah HSS H Muhammad Noor yang juga Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten HSS, menjelaskan, jumlah tempat tidur di ruang isolasi eks rumah sakit itu ada 77.
Jumlah pasien positif Covid-19, hingga hari ini 122 orang, dirawat 91 orang dan 24 orang dan meninggal dunia tujuh orang. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) 32 orang.
Sebagian pasien positif, Orang Tanpa Gejala (OTG), selama ini dikarantina di bangsal eks RSUD H Hasan Basry.
• Gelar Komunikasi Sosial dengan Pemkab HSS, Kodim 1003 Kandangan Berharap Tingkatkan Kemitraan
• Penyampaian KU-PPAS 2021 Dianggap Telat, Enam Fraksi DPRD HSS Walkout dari Sidang Paripurna
• Mobil Tangki Bahan Bakar Jatuh dari Jembatan di Kecamatan Angkinang HSS, Sopir dan Penumpang Selamat
• VIDEO Satpol PP Razia Disiplin Protokol Kesehatan di Daha Kabupaten HSS
Sementara, masih ada 219 sampel swab yang dikirim ke BBTKLPP Banjarbaru yang hasilnya belum keluar, sehingga kemungkinan pasien positif terus bertambah.
Di bangsal eks RSUD H Hasan Basry tersedia 90 tempat tidur. ‘Saat ini kami menyiapkan tambahan 52 tempat tidur. Tempat tidurnya diambil dari puskesmas-puskesmas yang tak terpakai,”jelas M Noor.
Mengenai antisipasi lonjakan pasien setelah hasil swab-nya nanti keluar, M Noor menyatakan TGTPP –covid 19 HSS masih mengupayakan solusinya.
“Kalau menyewa hotel tentu memberatkan dari sisi anggaran keuangan. Karena sewa per kamar, minimal Rp 400.000 per hari. Jadi, solusinya masih dalam pembahasan,”tambahnya.
Sementara itu, penegakkan disiplin protokol kesehatan terus dilakukan tim penegak disiplin, dengan melakukan razia terhadap masyarakat yang masih rendah kesadarannya menggunakan masker saat ke tempat umum.
Seperti, di pintu masuk Pasar Kandangan, ke rumah makan, warung hingga kafe.
Warung-warung makan pun mulai menaati, terutama untuk membuat jarak antar individu pengunjung dengan memberi batas tempat duduk.
(Banjarmasinpost.co.id/Hanani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banjarmasin/foto/bank/originals/sekda-kabupaten-hss-h-muhammad-noor-1.jpg)