Breaking News:

Sains

FAKTA-fakta Komet Neowise, Hanya Bisa Dilihat Sekali Seumur Hidup, Ekornya Terbelah?

Komet Neowise merupakan fenomena langka dan spektakuler yang bisa disaksikan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Editor: Didik Triomarsidi
SHUTTERSTOCK/MIKALAUREQUE
Komet Neowise melintasi Irlandia pada 11 Juli 2020 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Komet Neowise merupakan fenomena langka dan spektakuler yang bisa disaksikan di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Fenomena ini dianggap langka karena periode orbitnya yang sangat lama yaitu sekitar 6.800 tahun untuk dapat mendekati Bumi. Artinya, komet ini baru akan terlihat lagi 6.800 tahun mendatang.

Lantas bagaimana penampakan komet Neowise ini dan benarkah berekor terbelah?

Astronom amatir Marufin Sudibyo menjelaskan bahwa di Indonesia, secara kasat mata dan menggunakan binokuler tanpa kamera, komet akan terlihat sebagai titik cahaya baru yang terkesan lebih redup ketimbang bintang.

Komet akan menampakkan bentuk ekornya jika diabadikan dengan kamera yang memadai dengan fotografi dilakukan pada waktu eksposur minimal 60 detik.

Ada Gerhana Matahari Cincin & Komet Melintas di Bulan Juni, Berikut Fenomena Langit Bulan Ini

Diprediksi Mendekati Bumi Saat Idul Fitri 23 Mei 2020, Komet Ini Malah Hancur Berkeping-keping

Prediksi SPAL vs Inter Milan via Live Streaming RCTI di TV Online Liga Italia, Tiket Liga Champions

Untuk diketahui, di Indonesia, penampakan komet Neowise ini diperkirakan pada tanggal 20 Juli 2020 setelah Matahari terbenam, tepatnya di langit barat laut.

"Komet berkemungkinan baru bisa dilihat mulai 25 menit pasca terbenamnya Matahari," kata Marufin kepada Kompas.com, Selasa (14/7/2020).

Selain itu, fenomena melintasnya komet pada periodenya mendekati bumi, umumnya erat kaitannya dengan penampakan ekor dari komet itu sendiri. Bahkan, ekor komet Neowise diisukan penampakannya cenderung terlihat seperti terbelah.

Perihal penampakan ekor komet Neowise yang terbelah itu, Marufin berkata, ekor komet itu sendiri tersusun atas ekor gas dan ekor debu.

Untuk diketahui, ekor gas atau plasma adalah molekul-molekul air dan gas-gas volatil ang terionisasi dan selanjutnya terdorong angin Matahari hingga membentuk struktur yang berlawanan arah terhadap kedudukan Matahari.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved