Breaking News:

Tradisi Baayun Maulid di Tapin

Ini Arti Anyaman Halilipan dan Gegelangan yang Menghiasi Ayunan di Tradisi Baayun Maulid

Halilipan, disebut Ibnu Masud bermakna sikap masyarakat di Desa Banua Halah Kiri selalu mengalah jika disakiti.

Penulis: Mukhtar Wahid | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Ayunan kosong karena belum ditempati peserta baayun maulid yang terpasang di Jalan raya dekat Masjid Al Mukarramah, Desa Banua Halah Kiri, Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, Provinsi Kali 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Ayunan dalam tradisi Baayun Maulid, wajib dihiasi lima anyaman seperti Halilipatan, Gegelangan, Sasarayan, Hahalungan dan Papayungan.

Itu karena anyaman itu sarat makna.

Halilipan, disebut Ibnu Masud bermakna sikap masyarakat di Desa Banua Halah Kiri selalu mengalah jika disakiti.

Tradisi Baayun Maulid di Tapin dari Tahun ke Tahun, Peserta Tak Pernah Berkurang

Pesertanya Ribuan, Baayun Maulid di Tapin Diganjar Penghargaan Muri pada 2008

Tradisi Baayun Maulid di Tapin, Anyaman yang Ada Diayunan Sarat Makna dan Harapan

Tradisi Baayun Maulid di Tapin, Berdampak Pada Perekonomian Masyarakat Sekitar

Namun, jika terlalu disakiti setelah mengalah, seperti Halilipan akan melawan karena sudah mengalah tetap juga disakiti.

Kemudian, makna Gegelangan adalah pengakuan bagi peserta Baayun Maulid sebagai warga kehormatan masyarakat di Desa Banua Halat.

(banjarmasinpost.co.id/ tar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved