Breaking News:

Wabah Corona di Kalsel

Masih Ada Hasil Swab Belum Keluar, Kelurahan di Banjarmasin Diminta Waspada

Jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 di Kota Banjarmasin, terus bertambah setiap hari

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Jumlah kasus terkonfirmasi covid-19 di Kota Banjarmasin, terus bertambah setiap hari.

Perhari kemarin Rabu (15/07/2020) tercatat ada 1.809 kasus positif.

Angka itu mengalami kenaikan sebanyak 58 dari sebelumnya yang hanya 1.751 kasus.

Angka tersebut di prediksi akan terus bertambah, sebab masih ada sekira 500 hasil uji swab yang belum di ketahui hasilnya.

VIRAL di Medsos, Pria di Tegal Suka Ambil Kucing yang Sakit di Jalanan, Terungkap Fakta Sebenarnya

Masa Depan Hubungan Luna Maya dan Herjunot Ali Diungkap pada Tukul, Luna: Dia Ganteng Banget

Ibu Ini Jadi Mucikari 3 Putrinya, Jual dan Biarkan Anaknya Alami Kekerasan Seksual Banyak Pria

Untuk itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, sekaligus Juru Bicara GTPP Covid-19, Machli Riyadi mengimbau agar Kelurahan, khususnya yang berada di jajaran peringkat atas untuk waspada.

Menurut Machli bisa saja posisi satu terbanyak kasus positif, yang saat ini diisi oleh Kelurahan Teluk Dalam digantikan oleh Kelurahan Lain.

Sebagaimana terjadi sebelumnya, kasus terbanyak terjadi di Pekapuran Raya, kemudian di gantikan oleh Kelurahan Teluk Dalam.

"Ya mungkin saja posisi Kelurahan Teluk Dalam digantikan oleh Kelurahan Lain," katanya. Kamis (16/07/2020).

Kendati demikian jumlah kasus sembuh di Banjarmasin juga terjadi setiap hari, meski jumlahnya tidak sebanyak kasus positif.

Selain itu Machli Riyadi juga mehimbau kepada Masyarakat untuk tidak menganggap remah prinsip dasar protokol kesehatan covid-19.

Sebab menurutnya saat ini penyebaran covid-19 mengalami perubahan strategi, yakni dengan metode silent oppression.

"lebih-lebih sekarang ini virus corona ini melakukan perubahan strategi dalam menyerang, dia menggunakan metode silent oppression," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved