Breaking News:

Tajuk

Sinyal dari Tetangga

Singapura mengalami resesi setelah ekonominya kontraksi hingga 41,2 persen di kuartal II-2020

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kabar mengkhawatirkan sekaligus sinyal bahaya datang dari tetangga. Singapura mengalami resesi setelah ekonominya kontraksi hingga 41,2 persen di kuartal II-2020. Pada kuartal sebelumnya, negeri singa juga sudah menunjukkan pertumbuhan minus.

Pertumbuhan minus dua kuartal berturut-turut sehingga ‘berkah’ menyandang status resesi itu, tidak menutup kemungkinan akan terjadi di Indonesia, bila pada kuartal III-2020 nanti pertumbuhan minus masih juga terjadi.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II minus 4,3 persen. Setelah pada kuartal I masih positif 2,9 persen.

Satu di antara yang bisa diandalkan dan bisa dikontrol untuk menahan laju minus adalah, belanja pemerintah tidak boleh pelit.

Sebagaimana disampaikan presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu, kementerian harus segera mengeluarkan uangnya dari brankas. Tentu saja, harus sesuai dengan ketentuan penggunaan keuangan negara.

Pembelanjaan keuangan negara sesuai ketentuan dengan cepat dan tepat, diyakini akan mendorong peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat dalam berbagai bidang.

Pembayaran insentif yang tepat waktu pada tenaga medis, akan mendorong belanja konsumsi yang stabil, setidaknya oleh para tenaga medis. Demikian juga pada (ASN) di bidang lain.

Demikian halnya belanja program. Apapun kegiatan yang dijalankan pemerintah, akan melibatkan banyak sektor ekonomi. Artinya, sejumlah sektor akan bergerak. Pekerjanya akan tetap menerima gaji, dan mereka bisa belanja keperluan hidup.

Karena itu, Jokowi memang harus ‘sering-sering marah’, agar kementerian, pemerintah daerah sesegera mungkin membelanjakan uangnya. Bila perlu, ada kebijakan ‘hukuman berat’ bagi lembaga negara di semua tingkatan, yang memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) lebih dari 0 persen.

Dengan cambuk keras itulah, kita berharap bisa tetap mempertahankan pertumbuhan positif di kuartal III dan IV, sehingga kita terhindar dari resesi, sebagaimana dialami tetangga kita. (*)

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved