Breaking News:

Berita Banjarbaru

VIDEO Kadisnaker Kalsel Janji Bantu Tenaga Kerja Terdampak Covid-19

Tenaga kerja yang tidak bekerja karena terdampak Covid-19 akan dibantu Disnakertrans Kalsel melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), total 2.829 karyawan dari 52 perusahaan telah dirumahkan. 

Menurut Kepala Disnakertrans Pemprov Kalsel, Siswansyah, Rabu (15/7/2020), hal itu sebagai dampak dari wabah virus corona atau Covid-19.

"Sedangkan jumlah perusahaan yang mem-PHK sebanyak 34 perusahaan dengan total pekerja sebanyak 624 di Kalsel selama pandemi Covid-19," tandas Siswansyah.

Dijelaskan dia, dari pekerja yang di PHK tersebut paling banyak di sektor buruh pelabuhan, jasa perhotelan restoran hiburan, garmen, dan travel pariwisata.

"Kalau yang pekerja tidak ada hubungan kerja atau yang menggunakan outsorcing, lebih banyak lagi, 3.455 pekerja," sebut  Siswansyah.

Dari laporan yang dia terima, untuk tenaga kerja outsorcing, sekitar 6.785 yang terdaftar.

"Namun saya yakin di luar itu yang terdampak masih banyak lagi, sekitar total 10.000 an. Tapi mereka tak melaporkan KTP dan identitasnya, sehingga yang bisa Pemprov fasilitasi sesuai kebijakan by name by addrres by NIK itu hanya bisa 6.785 saja," kata Siswansyah.

Karena itu, pemerintah daerah akan membantu 100.000 rencananya. Dengan program, Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang direncanakan di Anggaran APBD Perubahan.

"Kalau yang di PHK masih mending dapat pesangon. Tapi yang harian lepas ini yang terdampak benar," sebutnya.

Setelah menuju new normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), sambungnya, memang ekonomi kembali menggeliat meski masih merangkak.

"Semisal, pekerja di PHRI rumah makan mal dan hiburan, sudah dipanggil kembali pekerja. Namun berapanya, ini masih belum ada laporan dan ini proses pendataan," kata dia.

Sementara itu, salah satu buruh yang dirumahkan, Heri mengaku memang sulit. "Ya karena itu saya berharap uluran pemerintah saja lagi. Tadinya kan angkut barang di Pelabuhan. Tapi karena tak ada lagi sudah ya nanggur saja sementara ini," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Nurholis Huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved