Jejak Penjajah di Bumi Tuntung Pandang

Pos Pantau Romusha di Tala yang Dipaksa Mengeruk Harta Alam Mahal ini

Kebanyakan romusha adalah petani dan sejak Oktober 1943 Jepang mewajibkan para petani menjadi romusha.

Penulis: BL Roynalendra N | Editor: Eka Dinayanti
ISMAIL FAHMI UNTUK BPOST GROUP
Tim Dinas Pariwisata bersama warga Sungaibakar menyurvei bunker setempat, pekan lalu. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Walau cuma sekelumit waktu menjajah Indonesia, namun Jepang dikenal dengan kekejamannya.

Romusha adalah salah satu bentuk kekejaman mereka pada penduduk pribumi.

Romusha adalah panggilan bagi orang-orang Indonesia yang dipekerjakan secara paksa.

Ini berlangsung sejak tahun 1942 hingga 1945.

Kebanyakan romusha adalah petani dan sejak Oktober 1943 Jepang mewajibkan para petani menjadi romusha.

Bunker Era Penjajahan Berdekatan Gua Legendaris yang Sarat Aura Klenik

Usianya 78 Tahun, Dua Bunker di Tanahlaut ini Masih Kokoh, Begini Penampakannya

Selain di Pulau Jawa, Jepang juga memberlakukan romusha di Kalimantan.

Termasuk di wilayah Kabupaten Tanahlaut (Tala), tepatnya di wilayah Desa Sungaibakar, Kecamatan Bajuin.

Ada dua bunker peninggalan penjajahan Jepang di Sungaibakar.

"Bunker itu digunakan oleh tentara Jepang sebagai pos pantau dan pertahanan," sebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut (Tala) Ismail Fahmi, Jumat (17/7/2020).

"Di bunker tersebut tentara Jepang tiap saat memantau romusha yang banyak didatangkan dari luar pulau Kalimantan," sebut Fahmi kepada banjarmasinpost.co.id.

Penegasan tersebut dibenarkan Didiyani.

Warga RT 3/I Desa Sungaibakar ini adalah anak almarhum Kasrani, tetuha/perintis kampung setempat.

"Berdasar penuturan orangtua saya, dulu memang ada romusha di kampung kami. Pekerjanya dari luar semua, tidak ada warga kampung kami," sebutnya.

Dikatakannya, romusha tersebut oleh tentara Jepang dipekerjakan menggali bijih besi yang ada di kampungnya.

Lokasinya tak jauh dari Gua Marmer.

(banjarmasinpost.co.id/roy

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved