Berita Banjarmasin

Suriani Bikin Ketapel Lestarikan Permainan Tradisional Banjar yang Mulai Punah

Suriani mengawali mendesain pola ketapel di atas papan kayu meranti berbentuk cikang maupun bentuk lainnya.

Penulis: Syaiful Anwar | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Ketua Yayasan Bina Banua Pendamai Jalan Teluk Tiram Banjarmasin ini membikin ketapel atau bahasa Banjar ketekan yang dinamai Ketekan Banua (Keteban 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketrampilan Muhammad Suriani membikin alat-alat permainan tradisional seperti dedakuan (congklak), egrang, logo, hingga melukis tanggui dan lain-lain tak perlu diragukan lagi.

Sekarang ini Ketua Yayasan Bina Banua Pendamai Jalan Teluk Tiram Banjarmasin ini membikin ketapel atau bahasa Banjar ketekan yang dinamai Ketekan Banua (Keteban).

Lelaki berusia 64 tahun ini membikinnya, karena permainan ketapel sudah termasuk permainan tradisional yang dilombakan mulai tingkat daerah hingga nasional.

Datangi Rumah Anang, Bagian Tubuh Millendaru Ini Disorot Ashanty, Ibu Sambung Azriel: Gak Potong? 

Token Listrik Gratis PLN Juli 2020: Cara Mudah Login www.pln.co.id atau Chat WhatsApp 08122-123-123

Restu Sunan Kalijaga Diungkap, Pacar Salmafina Akan Dapat Hadiah Mewah Tapi Ada Syaratnya

Suriani mengawali mendesain pola ketapel di atas papan kayu meranti berbentuk cikang maupun bentuk lainnya.

Kemudian memotongnya dengan menggunakan gergaji, merapikannya dengan pisau cutter, melicinkannya dengan amplas dan mempernisnya.

"Sewaktu anak-anak, saya suka membikin ketapel, sehingga tak kesulitan membikinnya. Sehari saya bisa membikin 10 buah," ucapnya.

Dijelaskannya, rencananya Keteban bikinannya nantinya bila pandemi berakhir akan diikutkan dalam pameran bersama permainan tradisional lainnya.

"Bila anggota Komunitas Ketapel Banua atau masyarakat ingin membeli, akan saya jual. Harganya pun cukup murah, hanya sekitar Rp 50.000 ," paparnya seraya menambahkan dirinya juga menjual congklak, balogo dan lain-lainnya bila ada yang memesan.

Namun, lanjut dia, ketapel bukan digunakan untuk melempar burung atau perbuatan negatif lainnya, melainkan keperluan permainan tradisional.

Selain itu, Keteban ini akan dipakai untuk masyarakat permainan tradisional di Yayasan Bina Banua, supaya bisa lestari dan tak punah.

(banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved