Berita Kalteng

Palangkaraya Terapkan Pembelajaran Daring, Ibu-ibu Keluhkan Kesulitan Membagi Waktu Kerja

Proses belajar di rumah dengan menggunakan media daring memasuki tahun ajaran baru dikeluhkan sejumlah ibu rumah tangga di Kota Palangkaraya

Capture Youtube BPost
Orang tua dan siswa di salah satu sekolah di Palangkaraya saat mengambil buku untuk belajar daring di rumah. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Proses belajar mengajar di rumah dengan menggunakan media daring  memasuki tahun ajaran baru dikeluhkan sejumlah ibu rumah tangga di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Penerapan sistem pembelajaran daring dirasakan banyak menyita waktu kerja di kantor karena juga harus membimbing anak di rumah.

Yati, salah satu orang tua siswa di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (21/7/2020) mengaku terpaksa harus bersabar dalam membagi waktu untuk bekerja di kantor dan mengajari anak di rumah selama Pandemi Covid-19 ini.

Maklum saja, anaknya baru masuk sekolah dasar, sehingga tidak terbiasa belajar lewat media daring.

Saat Pandemi Virus Corona Terjadi, Ini 7 Langkah Jitu Pembelajaran Daring

Belajar Jarak Jauh di Banjarmasin via Daring, Pelajar Ramaikan Penjualan Smartphone

Disdikbud Kotabaru Bolehkan Sekolah Gunakan Dana BOS Bantu Paket Data Siswa Belajar Daring

Dia mengatakan, sebelum berangkat kerja harus menerima video call dari guru melalui aplikasi Whats App untuk absen anaknya dan menerangkan mata pelajaran yang diberikan dalam setiap harinya.

"Jadinya saya harus membagi waktu untuk membimbing anak dan bekerja, dalam setiap harinya," ujarnya seraya mengaku sangat sulit membagi waktu.

Yati, berharap Pandemi Covid-19 cepat berakhir, sehingga dia bisa kembali bekerja sesuai waktu yang ditetapkan untuk bekerja demikian juga dengan anaknya di rumah juga bisa belajar normal lagi di sekolah.

"Sebenarnya belajar efektif itu tatap muka dan bersosialisasi di sekolah, tapi saya akui kondisi sekarang memang tidak memungkinkan, jadi semuanya memang harus bersabar dan berdoa, semoga bisa belajar normal kembali," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Palangkaraya, Fairid Naparin, mengatakan, hingga saat ini, pihaknya tetap memberlakukan pembelajaran menggunakan media daring atau belajar di rumah melalui fasilitas jaringan bukan tatap muka di sekolah.

Alasannya, Palangkaraya masih masuk zona merah Covid-19, sehingga belum ada sekolah dengan tatap muka di sekolah.

Belajar di Rumah Diperpanjang, Pedagang Seragam Sebut Usaha Hanya Ramai Jelang Awal Ajaran Baru

Wali kota berharap, warganya taat dengan ketentuan protokol kesehatan untuk mencegah wabah virus corona dengan harapan nantinya akan tercapai new normal ketika Palangkaraya penularan Covid-19 sudah berkurang bahkan diharapkan bisa hilang.

"Ini tentunya perlu kerjasama semua pihak yang dengan ketat mentaati protokol kesehatan, agar wabah ini bisa segera dapat diatasi, tentu harapan nantinya proses belajar mengajar bisa dilaksanakan di sekolah lagi dengan cara tatap muka," ujarnya lagi. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved