Berita Kalteng

Kapenkum Kejati Kalteng Ungkap Fakta Kericuhan Pemakaman Jenazah di Jalan Tjilik Riwut Palangkaraya

Kapenkum Kejati Kalteng, Rustianto Basuki Sudarmo mengungkap fakta kericuhan pemakaman Jenazah dengan protokol Covid-19 di Palangkaraya

Kolase Banjarmasinpost.co.id
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kalteng, Rustianto Basuki Sudarmo mengungkap fakta-fakta kericuhan pemakaman jenazah dengan protokol covid-19 di Jalan Tjilik Riwut, Palangkaraya. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Video viral yang beredar di media sosial tentang kericuhan berakhir dengan pemukulan empat petugas pemulasaran jenazah Protokol Covid-19 di Pemakaman Jalan Tjilik Riwut km 12 Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa (21/7/2020) mendapat tanggapan pihak Kejaksaan Tinggi Kalteng.

Kepala Penerangan Hukum (Kapenkum) Kejati Kalteng, Rustianto Basuki Sudarmo, kepada Pers, mengungkapkan fakta -fakta hingga terjadi kericuhan saat pemakaman seorang jenazah wanita karena menggunakan Protokol Covid-19 di permakaman tersebut.

Kapenkum Kejati mengungkapkan,  Pemukulan petugas Covid-19 PKU Muhamdiyah, pihaknya telah memperoleh informasi dari Jaring terkait pemukulan petugas Covid-19 PKU Muhamadiyah yang diamuk oleh keluarga terduga Positif Covid 19 di Pemakaman Pal 12 Kota Palangkaraya.

"Adapun informasi yang diperoleh antara lain, Korban meninggal yang dimakamkan tersebut bernama Hartini Sariti berumur 58 tahun, warga Kelurahan Panarung Palangkaraya, Kalimantan Tengah," ujarnya.

Petugas Dipukul, Keluarga Tak Terima Pemakaman Pakai Protokol Covid-19

VIDEO Pemakaman Jenazah PDP dengan Protokol Covid-19 di Ulu Benteng Batola

Diungkapkan Kapenkum Kejati Kalteng, Informasi awal , Ibu Hartini sudah sakit lambung selama dua bulan lebih dan sempat di rawat dirumah, Namun pada Senin tangal 20 Juli 2020 pukul 10.00 wib korban masuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah.

Namun, Selasa ( 21 /7/2020 ) pukul 11.45 Wib dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit lalu pihak rumkit membawa ke pemakaman umum pal 12 pada pukul 14.45 wib untuk dimakamkan secara Protokol kesehatan Covid 19 sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Masih menurut Kapenkum, Informasi tambahan dari jaring, keluarga pasien terduga Covid-19 mengamuk di pemakaman Pal 12 Kota Palangkaraya, keluarga korban tidak terima atas penanganan pemakaman terhadap salah satu anggota keluarganya.

Pemukulan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB Awalnya keluarga jenazah normal saja semenjak dibawa dari Rumah Sakit namun ketika jenazah pasien sudah dimasukkan keliang lahat dan ditimbun beberapa orang langsung mengamuk kemudian petugas didorong hingga dipukul oleh para pelaku.

Yang bersangkutan, menjelaskan ada beberapa pria mendorong dan bahkan memukul petugas berpakaian APD lengkap keributan terjadi ketika salah satu pria tidak terima jika jenazah dikuburkan dengan protokol Covid-19.

Suasana Pemakaman Sapardi Djoko Damono, Cuma Dihadiri Beberapa Keluarga dan Kerabat Dekat

Pada saat pemukulan terjadi ada salah satu petugas yang mengambil Video pemakaman tersebut dan viral beredar di medsos, sampai dengan saat ini masih ditelusuri keluarga korban Covid 19 yang melakukan pemukulan terhadap petugas Covid 19.

"Keributan terjadi dikarenakan keluarga korban tidak terima terhadap pelakasanaan pemakaman secara protocol Covid 19 oleh pihak RS PKU Muhamadiyah karena keluarga meyakini bahwa korban meningal bukan karena Covid 19," ujar Kapenkum Kejati Kalteng. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved