Berita Banjarmasin

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Banjarmasin Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Seribu Sungai terus mengalami peningkatan. Tak terkecuali juga di masa pandemi Covid-19.

Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon
Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Banjarmasin, Iwan Fitriady. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Seribu Sungai terus mengalami peningkatan. Tak terkecuali juga di masa pandemi Covid-19.

Hal ini dibeberkan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Banjarmasin, Iwan Fitriadi.

"Tidak hanya di masa pandemi Covid-19 saja, kekerasan terhadap perempuan dan anak itu dari waktu ke waktu memang meningkat. Tapi jujur kami sampaikan di masa pandemi ini laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak itu meningkat," ujarnya.

Iwan yang ditemui saat Peringatan Hari Anak 2020 di Balaikota menambahkan jika sebelumnya dalam satu bulan hanya ada dua hingga tiga laporan, maka di masa pandemi ini meningkat hampir dua kali lipat.

"Sebelum pandemi dalam satu bulan ada dua sampai tiga laporan, nah sekarang lima sampai enam laporan yang kami terima," jelasnya.

Tetap Fokus Satu Ilmu, Ilmu Hukum di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam Banjarmasin

Disinggung mengenai kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak yang terjadi di Banjarmasin saat ini, Iwan menerangkan ada beberapa hal.

"Ada yang berupa kekerasan fisik dan juga psikis. Dan sepertinya ini dikarenakan faktor ekonomi juga sehingga berdampak pada pola asuh anak. Dan itu ada beberapa yang sampai ke proses hukum, tapi Alhamdulillah juga banyak yang diselesaikan secara kekeluargaan setelah kami lakukan mediasi," terangnya.

Ditambahkan oleh Iwan bahwa peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini memang pada umumnya selalu mengalami peningkatan.

"Kekerasan terhadap perempuan dan anak ini seperti fenomena gunung es, yang sesungguhnya terjadi lebih banyak dari yang dilaporkan. Termasuk di masa pandemi seperti ini," katanya.

Masih terkait dengan adanya peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, Iwan menerangkan bisa dilihat dari dua sisi.

"Pertama jika dilihat peningkatan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak ini kita tentu sangat prihatin masih saja terjadi. Tapi di sisi lainy yang menjadi hal positifnya adalah, ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat untuk melaporkan adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak ini juga meningkat," jelasnya.

Gigih dan Konsisten Berlatih, Ayu Raih Banyak Prestasi di Basket

Sementara itu Istri Wali Kota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah yang turut hadir dalam pelaksanaan Hari Anak 2020 menerangkan bahwa instansi terkait sudah sangatlah aktif melakukan kegiatan terkait dengan asanya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banjarmasin.

"Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) sudah sangat aktif dan bahkan sudah membentuk satgas khusus terkait dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dan ini juga menimbulkan kesadaran masyarakat untuk melaporkan, sehingga kasus ini pun cenderung meningkat," katanya.

Berdasarkan data yang ada, kasus kekerasan perempuan dan anak pada 2019 mencapai 81 kasus sedangkan di 2018 tercatat ada 43 kasus. (Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Penulis: Frans
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved