Breaking News:

Berita Kotabaru

Miris, Kondisi Tiga Jembatan di Kelumpang Utara Kabupaten Kotabaru

Tiga jembatan rusak memaksa warga di Kecamatan Kelumpang Utara, Kabupaten Kotabaru, hanya bisa memperbaiki dengan memanfaatkan batang pohon kelapa.

Penulis: Herliansyah | Editor: Alpri Widianjono
ISTIMEWA
Jembatan Sungai Hanyar di Kecamatan Kelumpang Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), belum dapat perhatian pemerintah daerah. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Penggunaan kayu dari batang pohon kelapa sebagai alternatif untuk titian jembatan, akses penghubung desa dengan desa lainnya di Kecamatan Kelumpang Utaran, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), menjadi 'primadona'.

Tidak ada pilihan, alternatif itu terpaksa dimaksimalkan warga sebagai akses, karena tidak kunjung adanya perbaikan secara refresentatif dari pemerintah daerah Kotabaru.

Tiga jembatan yang kondisinya cukup memprihatinkan antara lain, jembatan Sungai Seluang, Sungai Hanyar dan Pudi Seberang. Kecuali jembatan Sungai Seluang yang kontruksinya masih ulin, namun tidak kokoh.

Sedangkan jembatan Sungai Hanyar dan Pudi Seberang, ditambal sulam menggunakan kayu batang pohon kelapa. Masih bisa dilawati kendaraan roda dua atau mobil kecil, kecuali jenis truk apalagi bermuatan besar perlu ekstra hati-hati.

Memprihatinkannya kondisi tiga jembatan, dibenarkan Camat Kelumpang Utara, Suhada, kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (23/7/2020).

Lagu Terinspirasi Legenda di Kotabaru Ini Jadi Juara Pertama Tingkat Kalsel

Pelni Operasikan KM Sabuk Nusantara 99, Alternatif Transportasi ke Pulau Sembilan Kotabaru

Pembobol Rumah di Kotabaru Diciduk saat Tertidur Lelap di Pondok Tempat Persembunyian

Masih Ada Siswa yang Kesulitan Belajar Daring karena Sinyal, Disdikbud Kotabaru Lakukan Sistem ini

DLH Kabupaten Kotabaru Berharap Pengadaan Dozer dan Truk Sampah Disetujui

Menurut Suhada melalui pesan WhatsApp-nya, tiga jembatan yang dalam kondisi kritis masing-masing sepanjang lebih kurang 40 meter. Sudah disampaikan usulan perbaikan melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang).

Menanggapi hal ini, Ketua DPRD Kabupaten Kotabaru, Syairi Mukhlis, mengatakan, sangat menyambut baik semangat membangun daerah. Namun, harus dibarengi dengan kerja nyata.

Jangan sampai manis di bibir (lips service) di masyarakat. Syairi mencontohkan, jembatan Sungai Seluang arah Pudi (Kecamatan Kelumpang Utara) di tahun 2020 sudah dianggarkan. Namun, karena kondisi pandemi, sehingga tidak bisa terlaksana.

Terkait hal itu, pun lanjut Syairi, ia sudah berkoordinasi dengan PUPR untuk mereview perencanaan di APBD perubahan. Sehingga ketika masuk di anggaran tahun 2021, tidak terjadi lagi kesalah hitung dalam penganggaran.

"Nanti anggarannya mungkin di bawah standar tahun 2021, begitu dilelang tidak berani mengerjakan," jelasnya.

Pun, itu juga salah satu bentuk keseriusan yang diawali dengan perencanaan. "Memang banyaklah permasalahan kita, Kotabaru,  dengan kondisi luasan wilayah seperti ini sehingga banyak daerah merasa tidak terperhatikan," pungkas Syairi.

(Banjarmasinpost.co.id/Helriansyah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved