Berita Kalteng

Selama Juni 2020 Polda Kalteng Tangani 45 Kasus Penyalahgunaan Narkotika

Selama Bulan Juni 2020, Polda Kalteng menangani sebanyak 45 kasus penyalahgunaan narkotika

polda kalteng
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Dedi Prasetyo dan jajarannya saat menunjukkan barang bukti narkoba 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Upaya memerangi penyalahgunaan narkotika hingga, terus dilakukan oleh Polda Kalimantan Tengah.

Selama Bulan Juni 2020, Polda Kalteng menangani sebanyak 45 kasus penyalahgunaan narkotika.

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Dedi Ptasetyo, mengungkapkan, Ditresnarkoba Polda Kalteng dan Polres jajaran selama bulan Juni berhasil mengungkap 45 kasus narkotika dengan total barang bukti 2.083,80 gram shabu, 13 butir ekstasi, 207 butir karisoprodol, 5.600 butir obat keras.

Dalam pengungkapan kasus narkotika ini Polda Kalteng dan Polres jajaran juga mengamankan 58 orang yang hingga saat ini masih dilakukan proses hukum terhadap mereka yang terlibat.

Tekan Kecelakaan, Polda Kalteng Gelar Operasi Patuh Telabang Selama 14 Hari

Kondisi Rumah Tangga Raffi Ahmad dan Nagita Sebenarnya Ditanya Billy, Ipar Syahnaz Ungkap Ini

Kapolda Kalteng menyampaikan, upaya tersebut merupakan bukti konsistensi Polri terutama Polda Kalteng yang tanpa henti dan tanpa lelah memberantas peredaran narkotika di Kalimantan Tengah.

"Keberhasilan ini berkat kerjasama semua jajaran. Saya mengucapkan terima kasih kepada personel Ditresnarkoba Polda dan Polres jajaran yang telah mengorbankan jiwa dan raganya menjalankan tugas memberantas narkoba," ujar Kapolda.

Kapolda meminta, seluruh personel selalu menjaga kesehatan dan selalu berhati-hati melaksanakan tugas di lapangan." Semua tersangka yang diamankan saat ini masih dalam proses penyidikan lebih lanjut. Keberhasilan mengungkap kasus narkotika ini telah menyelamatkan 70 persen warga Kalteng dari Narkoba," ujarnya.

Pasal dan ancaman hukum yang dikenakan terhadap para tersangka yaitu Pasal 114 ayat (2) Jo pasal 112 ayat (2) uu nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan denda 1 miliar serta hukuman maksimal 20 tahun penjara/seumur hidup/mati dan denda 10 miliar.

banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved