Breaking News:

Donasi Ponsel Bekas

Donasi Ponsel Bekas untuk Siswa Miskin yang Tak Miliki Smartphone, Mau Berkontribusi? Begini Caranya

Proses belajar mengajar guru dan siswa yang berlangsung secara daring tak akan berjalan mulus kalau ada anak yang tak memiliki ponsel pintar.

Editor: Didik Triomarsidi
Twitter @ghinaghaliya
Donasi ponsel bekas yang digagas oleh sejumlah wartawan lintas media untuk didonasikan kepada para siswa yang mengalami kesulitan perangkat ponsel untuk belajar online di masa pandemi virus corona 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Hampir seluruh siswa di Indonesia enjalani aktivitas sekolah dari rumah, namun tak semua siswa memiliki ponsel pintar (smartphone) untuk itu mereka memerlukan donasi ponsel bekas.

Proses belajar mengajar guru dan siswa yang berlangsung secara daring tak akan berjalan mulus kalau ada anak yang tak memiliki ponsel pintar.

Untuk itu dibutuhkan perangkat yang memadai dan jaringan internet yang mendukung. Bagi yang tak memiliki ponsel pintar pasti bakal terkendala belajar darlingnya.

Banyak kisah datang dari berbagai daerah tentang ini.

Melihat fenomena ini, sejumlah wartawan berbagai media menginisiasi gerakan donasi ponsel bekas.

Demi Sekolah Online, 4 Siswa Nongkrong Lokasi WiFi di Sarang Ular: Tiba-tiba Sanca Muncul!

JADWAL Liga Inggris Chelsea vs Wolves LIVE Mola TV, Laga Penting Lampard Demi Tiket Liga Champions

Jadwal Live Streaming Trans7 Kualifikasi MotoGP Andalusia 2020, Valentino Rossi Siap, Marquez Cedera

Salah satu inisiator gerakan donasi ponsel bekas adalah Ghina Ghaliya, jurnalis The Jakarta Post.

Melalui akun media sosialnya, Ghina mengajak masyarakat untuk donasi ponsel bekas.

Ponsel-ponsel hasil gerakan donasi ponsel bekas akan didistribusikan untuk siswa yang mengalami kendala perangkat untuk belajar dari rumah karena tak memiliki ponsel.

"Ide awalnya, pas keluargaku lagi kasih barang bekas untuk pemulung dekat rumah. Ternyata pemulungnya minta handphone bekas buat anaknya belajar di rumah,” cerita Ghina, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (24/7/2020).

Hal ini membuat Ghina prihatin. Di lokasi tempat tinggalnya, Tangerang Selatan, yang termasuk wilayah perkotaan, masih ada keluarga yang terkendala menyediakan gawai untuk mendukung proses belajar dari rumah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved