Advertorial Bank Kalsel

Dorong Sinergitas Antar BUMD, Dirut Bank Kalsel Siapkan Konsep Ini

Bank Kalsel beri masukan ke Komisi II DPRD Provinsi Kalsel untuk mendorong sinergitas antar BUMD dalam memacu pembangunan prekonomian.

Penulis: Mariana | Editor: Alpri Widianjono
BANK KALSEL
Dirut Bank Kalsel, Agus Syabarrudin. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ekosistem Keuangan Banua (EKB) diharapkan menjadi salah satu solusi yang akan memperkuat perekonomian di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di masa kini hingga nanti.

Direktur Utama Bank Kalsel, Agus Syabarrudin, menyebutkan, dari EKB akan didapat manfaat dan keuntungan yang didapat bagi penyedia barang jasa atau pihak ketiga lainnya dalam suatu bisnis.

"Akan ada kepastian penerimaan dan pendapat yang lebih teratur, tepat waktu dan tepat kuantitas. Peningkatan efesiensi dalam pelaksanaan dan pengelolaan bisnis," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Selain itu, penerimaan insentif dalam bentuk tertentu yang dapat memberikan manfaat bagi penyedia barang/jasa dan pihak ketiga lainnya untuk menjalankan bisnisnya.

Memperbesar pasar dari bisnis yang dijalankan dengan adanya keterlibatan dari semua pihak yang terkait.

Dan, mendorong peningkatan bisnis serta mendorong kemampuan untuk menghasilkan pendapatan dari pihak penyedia barang/jasa dan pihak ketiga lainnya.

"Kami sudah mempersiapkan konsep ini, dan ini bisa menjadi salah satu masukan bagi Komisi II DPRD untuk mendorong sinergitas antar BUMD dalam memacu pembangunan prekonomian di Kalsel, dan kami siap menfasilitasinya," sebut Agus Syabarrudin.

Ia menambahkan, harus ada cara atau bagaimana konsep untuk melakukan dorongan ekonomi Kalsel agar bangkit kembali dimasa Covid-19 ini.

Salah satunya, harus menjaga produktivitas para petani supaya tetap berproduksi. Terutama yang menyangkut keperluan bahan  pokok, di antaranya adalah beras dan hortikultura.

Caranya, harus sama-sama mendukung di dalam bentuk dana kekuatan ekonomi untuk ketahanan pangan dan bisa transparan, dari petani mulai pengelolaan lahan hingga pasca panen.

Sehingga, petani nantinya tidak menjadi bulan-bulanan para tengkulak, karena harga akan tetap terjaga, dengan cara mengelola sendiri serta membeli hasil panen petani dan petani dibiayai dalam mengelolanya.

"Ini sudah saya usulkan ke Gugus Tugas Covid-19 sekaligus menjadi masukan atau referensi dan berharap bisa menjadi Perda. Mudah-mudahan usulan kami bisa terwujud dan nantinya mampu menjadi penopang dan daya ungkit untuk kebangkitan perekonomian Kalsel di pandemi ini," tutupnya. (AOL/*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved