Breaking News:

Kayu Bajakah

Kayu Bajakah Herbal Kalimantan, Penawar Kanker yang Kini Memudar

Sempat heboh kayu bajakah sebagai penyembuh kanker dan ramai diperjualikan, kini kondisinya tidak lagi demikian.

instagram
Kayu bajakah dalam bentuk kemasan 

Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID BANJARBARU - Sempat heboh kayu bajakah sebagai penyembuh kanker membuat para spekulan mulai mengambil peluang bisnis, di awal-awal ramainya berita viral penelitian siswa di Kalteng. 

Meski belum terbukti secara klinis, tumbuhan ini ramai dipasarkan di pinggir-pinggir jalan di Banjarbaru Banjarmasin -Batola.

Para penjualnya datang dari Kalimantan Tengah. Bahkan juga ada di Banjarbaru. 

Meski kini tidak se heboh dulu. Tapi terpantau masih ada yang jualan kayu ini dipinggir jalan, semisal di depan minggu raya. 

Terjadi Dinihari, Kebakaran di Dadahup Kapuas, Delapan Rumah Satu Bangunan Walet Ludes

Harga Emas Pecahkan Rekor Tertinggi Sepanjang Masa, Lampaui Puncak Harga September 2011

Gelombang Perairan Kotabaru Capai 3 Meter, Stasiun Meteorologi Kotabaru Peringatkan Nelayan Waspada

Ismail, salah satunya yang menjual kayu ini. Dia mengakui awal-awal jualan cukup laris ketika berita dari Kalteng ramai dibaca.

Ada yang membeli Bajakah hingga Rp100 ribu. Bahkan beberapa potongan kecil diberinya kepada yang mau mencoba khasiat Bajakah. 

"Kini sudah 5000 an itu pun sudah lesu banyak yang gak beli. Jadi saya sambil jualan lain kayak pot bunga," kata dia. 

Dia menjelaskan bahwa kayu bajakah ini dicari orang bisanya untuk mengobati kangker. Termasuk kanker payudara. 

Cara pemakaiannya, kayu bajakah ini, kulit kayu bajakah dikupas lalu dimasak dengan satu liter air.

Air rebusan itu diminum tiga kali sehari. Kayu bekas rebusan masih bisa digunakan tapi sebelumnya harus dijemur.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved