Berita Tanahlaut

Pandemi Corona Munculkan 100 Lebih IKM di Kabupaten Tanahlaut, Produk Terserap Hingga ke Luar Pulau

Di Kabupaten Tanahlaut bermunculan IKM baru yang terjun ke usaha yang berkaitan dengan covid-19. Bahkan jumlahnya lumayan banyak.

Penulis: Idda Royani | Editor: Syaiful Akhyar
banjarmasinpost.co.id/Idda Royani
Kadis Nakerind Tala, Masturi, bersama bawahannya mengecek daftar IKM Covid-19. 

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Di balik mewabahnya corona virus diseases (covid-19) yang memukul ekonomi banyak sektor, di sisi lain ada detak napas ekonomi kreatif baru yang eksis.

Bermunculan industri kecil dan menengah (IKM) baru yang menjalankan beragam jenis usaha yang berkaitan dengan pandemi covid-19. Di antaranya memproduksi masker hingga minuman herbal untuk penguat imunitas tubuh.

Di Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), pun juga bermunculan IKM baru yang terjun ke usaha yang berkaitan dengan covid-19. Bahkan jumlahnya lumayan banyak.

Data pada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tala, jumlah IKM covid-19 lebih dari seratus. Rinciannya yakni produsen face shield sebanyak 20 IKM, hazmat 8, madu dan minuman lain penambah daya tahan tubuh 24.

Lalu, produsen minuman herbal penambah daya tahan tubuh untuk pencegahan covid-19 sebanyak 8 IKM, hand sanitizer 4, minuman herbal penguat imunitas 6, dan pemroduksi masker sebanyak 56.

Selai itu ada pula 26 IKM yang memproduksi pangan dan anyaman purun. Dari jumlah ini, yang memproduksi anyaman purun (bakul) sebanyak enam IKM. Tas purun kerap digunakan sebagai tas untuk bantuan kepada korban terdampak covid.

"Di tengah situasi sulit saat ini alhamdulilah masih ada yang bangkit. Memang di balik tiap kejadian selalu ada hikmahnya. Senang juga nyari masker misalnya jadi gampang dan murah, di mana-mana mudah nyarinya," ucap Sania, warga Pelaihari, Senin (27/7/2020).

Kepala Disnakerind Tala Masturi menuturkan seluruh IKM covid tersebut hingga kini umumnya masih eksis. Pasalnya produk yang mereka jual memang sangat dibutuhkan masyarakat. Baik yang berupa bahan penguat daya tahan tubuh maupun yang berupa alat pelindung diri seperti masker atau face shield.

Bahkan di antaranya ada yang terserap hingga keluar daerah maupun luar pulau. Contohnya produk herbal produksi Nining Eko Puji Lestari yang beralamat di Desa Kebunraya Sebamban, Kecamatan Kintap, yang telah sampai ke Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.

"Lalu produk madu kalulut produksi Pak Abdul Basith misalnya, sampai ke Jakarta sana," sebut Masturi.

Pihaknya terus mendorong seluruh IKM tersebut untuk terus memperkuat pengembangan usaha. Dengan begitu usaha yang ditekuni akan tetap eksis meski pun kelak pandemi covid-19 telah berakhir.

(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved