Breaking News:

Opini Publik

Kemandirian dari Pinggiran Desa

Lewat program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) diharapkan akan semakin membantu percepatan (akselerasi) pembangunan daerah tertinggal.

Oleh: Stanislaus Sene, Wartawan Banjarmasin Post

BANJARMASINPOST.CO.ID - Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri merupakan hasil semangat Kemanunggalan TNI dan Rakyat.

Kemanunggalan TNI dan rakyat sudah berlangsung sejak pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat) yang merupakan cikal bakal TNI, tetapi secara konkrit adalah pada saat dilancarkan perang rakyat semesta yang digelar TNI selama agresi militer II pada tahun 1949.

Saat Perang Kemerdekaan (1945–1949), anggota TNI selalu bahu-membahu dengan rakyat, baik untuk kepentingan kemiliteran (tempur) maupun untuk kesejahteraan.

Dalam kondisi pertempuran, rakyat yang mendukung TNI dalam urusan logistik. Ketika pertempuran mereda, giliran anggota TNI yang membantu rakyat dalam perbaikan infrastruktur.

Dihadapkan dengan dinamika perkembangan lingkungan dewasa ini yang sarat dengan perubahan yang signifikan, TNI dituntut untuk melakukan penyesuaian-penyesuaian, namun tidak boleh bergeser dari jati diri TNI dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

TNI adalah Tentara Rakyat, demikian juga TNI-AD yang menjadi salah satu komponen TNI adalah Tentara Rakyat.

Untuk itu TNI-AD harus selalu berada bersama rakyat, memperhatikan dan melindungi rakyat, berjuang bersama rakyat dan untuk kepentingan rakyat dalam upaya melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia.

Sebagai sebuah institusi, TNI mempunyai sumber daya dan kapasitas. Kapasitas TNI sebagai komoditas pertahanan negara sudah banyak dibahas.

TNI sebagai pertahanan negara ternyata mempunyai peran terhadap pembangunan nasional. Bentuk dari peran TNI tersebut dapat dilihat dari Bhakti TNI.

Halaman
1234
Penulis: Stanislaus Sene
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved