Breaking News:

Nasib Nelayan Teluk Sampit

Nelayan Ujung Pandaran Teluk Sampit, Berhenti Melaut Saat Gelombang Tinggi Bekerja Serabutan

Nelayan di pesisir Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kalimantan Tengah, saat musim badai memilih tidak melaut dan beralih kerja serabutan

banjarmasinpost.co.id/Fathurahman
Nelayan Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawarngin Timur, Kalteng 

Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Nelayan yang banyak bermukim di pesisir Pantai Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, saat musim badai memilih tidak melaut untuk mencari ikan.

Bagi warga yang tinggal di pesisir Pantai Ujung Pandaran yang selama ini bekerja mencari ikan untuk menyambung hidup terkadang tidak melaut terutama saat musim hujan disertai petir dan badai yang memicu tinggi gelombang.

Harga Emas Hari Ini : Emas Antam Naik Rp 25 Ribu Jadi Rp 1.022.000 Per Gram

Bank Kalsel Syariah Fasilitasi Pembiayaan Konsumtif bagi PNS

Diduga Habis Berhubungan Intim, Sopir dan Penumpang Travel Tewas Telanjang Dalam Mobil

Betapa tidak resiko mencari ikan saat musim gelombang tinggi, adalah kaal bisa karam dan bisa mengakibatkan kematian di tengah lautan, sehingga saat musim gelombang tinggi nelayan Ujung Pandaran Kotim, memilih istirahat melaut.

Rusdiansyah, salah satu nelayan yang tinggal di Ujung Pandaran, mengatakan memilih tidak melaut, ketika musim badai disertai gelombang tinggi karena sangat rawan untuk keselamatan.

"Kami biasanya memilih tinggak di rumah saja, sedangkan untuk menyambung hidup terpaksa bekerja serabutan, menjadi kuli bangunan atau berjualan, dan mengerjakan apapun yang bisa menghasilkan uang," ujarnya.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved