Breaking News:

Pilkada Banjarmasin 2020

Ibnu Sina Isyaratkan Arifin Noor Jadi Pendampingnya untuk Maju di Pilwali Banjarmasin 2020

Sang petahana dalam Pilwali Banjarmasin 2020 yakni H Ibnu Sina sepertinya memang bakal berduet dengan Arifin Noor.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Edi Nugroho
BANJARMASINPOST.CO.ID/FRANS RUMBON
Wali Kota Banjarmasin, H Ibnu Sina 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sang petahana dalam Pilwali Banjarmasin 2020 yakni H Ibnu Sina sepertinya memang bakal berduet dengan Arifin Noor.

Seperti diketahui belakangan ini nama Arifin Noor begitu mencuat digadang bakal mendampingi Wali Kota Banjarmasin ini untuk maju di Pilwali 2020.

Ibnu Sina pun sudah memberikan isyarat bahwa Arifin Noor lah yang akan menjadi pendampingnya untuk kembali memanaskan Pilwali Banjarmasin.

Paman Birin Tegaskan Rakyat Harus Memiliki Kepastian Hukum Atas Hak Tanah yang Dimiliki

"Memang yang sudah santer kan pak Arifin. Apalagi kan beliau Agustus ini kan pensiun, jadi wajar saja kalau kemudian terjun ke dua politik," ujar Ibnu Sina saat diminta tanggapannya yang belakangan ini diisukan akan berpasangan dengan Arifin Noor.

Ibnu Sina menambahkan, Arifin Noor pun juga sebenarnya sudah pernah juga mencalonkan diri di beberapa kabupaten di Kalsel.

Bahkan Ibnu Sina pun memuji kinerja Arifin Noor yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin ini.

"Memang beliau juga sudah pernah mencalon juga di Kandangan (HSS), dan Tabalong. Beliau bergabung dengan jajaran Pemko Banjarmasin dan kami minta juga untuk penyelesaian infrastruktur, dan ternyata kinerjanya kan bagus," katanya saat ditemui usai rapat paripurna di DPRD Banjarmasin, Rabu (29/7/2020) siang.

DPRD Kalteng Awasi Penggunaan APBD, Raperda Ini Disepakati

Lebih jauh disinggung mengenai apakah dirinya sudah mantap memilih Arifin menjadi pendampingnya, Ibnu Sina pun menerangkan akan dibahas bersama dengan partai yang sudah memberikan dukungan yakni Demokrat serta PKB.

"Kami menawarkan wakil yang bisa diterima oleh kedua belah pihak. Misalnya bukan orang Demokrat dan bukan orang PKB, atau bisa saja misalnya pak Arifin karena dianggap neteral dan bukan dari parpol tertentu dan kedua belah pihak bisa menerima itu kan lebih baik bagi kami. Jadi usulan wakil dibicarakan sama-sama. Mana yang bisa diterima oleh kedua pihak (Demokrat dan PKB, red)," tutupnya.(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved