Ekonomi dan Bisnis
Miliki Ketahanan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19, BI Upayakan Pemulihan UMKM
Melihat digitalisasi yang telah terjadi di segala aspek, pelaku usaha dituntut mampu mengikuti proses transformasi digital tersebut.
Penulis: Mariana | Editor: Syaiful Akhyar

Editor: Syaiful Akhyar
BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Transformasi digital serta kemajuan teknologi telah membawa perubahan pada perilaku pasar.
Terlebih di masa pandemi saat ini sebagian besar konsumen lebih cenderung untuk melakukan transaksi secara online.
Melihat digitalisasi yang telah terjadi di segala aspek, pelaku usaha dituntut mampu mengikuti proses transformasi digital tersebut.
Hanya dengan perangkat smartphone yang terhubung dengan koneksi internet, konsumen dapat membeli berbagai kebutuhan mereka tanpa harus datang ke outlet.
• Soal Rencana Swab Massal dari Provinsi, GTPP Tabalong Sampaikan Ini
• Pengusaha Warung Malam Minta Pembinaan Skill, Cara Berhenti Jadi Penjaga Warung
• HAJI 2020 : Kemenkes Arab Saudi Tugaskan 1 Orang Awasi Jemaah Saat Ibadah Haji di Pandemi Corona
• Perempuan 25 Tahun Simpan Sabu, Diamankan Satresnarkoba Polres Kapuas
Jika perusahaan tetap ingin dapat bersaing di era digital, maka kemudahan ini juga harus disediakan di dalam bisnis.
Kepala KPw Bank Indonesia (BI) Kalimantan Selatan (Kalsel), Amanlison Sembiring menjelaskan, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia, selain karena berkontribusi dalam pembentukan PDB dan penyerapan tenaga
kerja.
"UMKM juga memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi. Di tengah pandemi Covid-19, BI berupaya menjaga stabilitas UMKM dengan sinergi percepatan pemulihan UMKM selama tiga bulan terakhir, yang terdiri dari tiga kategori UMKM Digital, UMKM Connect dan UMKM Care Center," jelasnya melalui webinar Bedah Buku Strategi Kewirausahaan Digital, Rabu (29/7/2020).
Diuraikannya, program UMKM digital merupakan pelatihan online yang dilanjutkan dengan monitoring dan pendampingan, kemudian UMKM Connect adalah
program yang menghubungkan UMKM dengan masyarakat untuk mempromosikan produk UMKM dan meningkatkan akses pasar.
Serta UMKM Care Center yaitu kerjasama dengan instansi/dinas yang berperan sebagai media konsultasi, pendampingan dan fasilitator UMKM.
Melalui tiga mekanisme peningkatan ekonomi tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah dan masyarakat dalam upaya menurunkan dampak ekonomi riil akibat pandemi Covid-19.
"KPw BI Kalsel juga secara konsisten mendorong peningkatan kemampuan serta keterampilan penggiat UMKM melalui pelatihan baik secara langsung (offline) maupun virtual serta bantuan teknis seperti penyediaan bibit, bantuan gudang dan lainnya. Semua ini bertujuan untuk membantu pemulihan dan memperkuat daya saing UMKM se-Kalsel guna bertahan dan meraih sukses di tengah pandemi," imbuhnya.
Penguatan UMKM yang diupayakan yakni melakukan onboarding atau persiapan menuju UMKM digital dengan salah satu platform, agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan marketplace, memperluas pasar dan memaksimalkan keuntungan.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)