Berita Sampit

Paslon Perorangan Kotim Gagal Ikut Pilkada, Ini Penyebabnya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menolak berkas perbaikan dukungan pasangan calon perorangan Yoyo-Madi

banjarmasinpost.co.id / faturahman
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim saat menerima berkas dukungan untuk paslon perorangan, beberapa waktu lalu. 

Editor: Edi Nugroho

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menolak berkas perbaikan dukungan pasangan calon perorangan Yoyo-Madi, untuk ikut Pilkada Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Kotawaringin Timur, karena hingga batas akhir masa perbaikan surat dukungan tidak mencukupi.

Sebelumnya, Bakal Calon Wakil dari Jalur Perorangan Rusmadi Abdullah (Madi) yang menjadi Wakil Bakal Calon Bupati Yoyo Sugeng Triyoga (Yoyo) mengatakan, pihaknya hanya diberikan batas waktu hingga tanggal 27 Juli 2020 untuk melengkapi kekurangan surat dukungan suara sebanyak 7000 lebih setelah dinyatakan kurang atas verifikasi pertama yang dilakukan KPU setempat.

Warga Palangkaraya Digerakkan Hidupkan Poskamling , Ini Tujuannya

Pasangan calon independen ini sudah berupaya untuk kembali mengumpulkan surat dukungan suara tersebut, tetapi ternyata hingga batas waktu yang ditetapkan, keduanya tidak bisa memenuhi kekurangan surat dukungan suara sesuai ketentuan untuk bisa maju di Pilbup setempat.

Beberapa warga di Sampit, menyayangkan hingga tidak lolosnya pasangan calon perorangan ini, padahal sudah cukup banyak warga yang mendukungnya untuk maju, karena selama ini Kotim belum pernah ada paslon yang maju melalui jalur perorangan.

"Kotim belum pernah memiliki paslon bupati dari jalur perorangan, sehingga besar harapan saya, Pasangan Yoyo-Madi untuk ikut Pilbup Kotim mendatang, tapi nyatanya tidak gampang untuk maju melalui jalur perorangan," ujar Ismail, warga Jalan Iskandar Sampit, Kamis (30/7/2020).

Ketua KPU Kotim, Siti Fathonah, mengungkapkan, jumlah surat dukungan perbaikan Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Yoyo-Madi yang diserahkan sebanyak 16.479 lembar. Kemudian dilakukan pemeriksaan menyandingkannya dengan formulir, ternyata tidak lengkap atau kurang. "Harusnya yang diserahkan ke KPU sebanyak 15.720 tapi setelah diperiksa hanya 15.363 ribu saja. Surat dukungan perbaikan tidak memenuhi syarat minimal dukungan," ujarnya.

Dengan gagalnya pasangan calon perorangan tersebut, maka Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kotim, yang akan digelar Bulan Desember mendatang tidak akan mengikutsertakan pasangan calon perorangan, yang akan bertarung untuk merebut kursi Bupati dan Wakil Bupati Kotim hanya calon yang diusung partai.

KalselPedia - Profil Dispora Tala, Tugas dan Tanggungjawabnya

Sementara itu, sesuai tahapan Pilkada Pendaftaran Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kotim akan dimulai tanggal, 4 - 6 September 2020 berdasarkan Keputusan KPU Kotim No 81 / PL.02 / Kpt / 6202 / KPU / Kab/Vl / 2020 tentang Perubahan ke 4 atas Keputusan KPU Kotim No O1/PL.02/Kpt/6202/KPU-Kab/IX/2019 tentang Pedoman Tekhnis tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaran Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kotim Thn 2020 .
Sedangkan, untuk Penetapan Pasangan Calon tanggal Bupati dan Wakil Bupati untuk Calon Perorangan dan Calon yang diusung Partai Politik, tanggal, 23 September 2020, untuk Pelaksanaan Kampanye Paslon mulai tanggal, 26 September sampai dengan 5 Desember 2020 .
Pelaksanaan Pengutan Suara dilaksanakan tanggal, 9 Desember 2020. (banjarmasinpost.co.id / faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Edi Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved