Breaking News:

Idul Adha 2020

Idul Adha 1441 Hijriah di Tengah Pandemi Corona, Selalu Ada Hikmah Tiap Bencana

Umat Islam merayakan Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

(TRIBUN/BIRO PERS)
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melaksanakan sholat Idul Adha di Lapangan Merdeka Sukabumi. Jumat (1/9/2017). Idul Adha tahun ini Presiden Joko Widodo merayakannya di Sukabumi dengan didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, Gubernur Jawa Barat dan Walikota Sukabumi. TRIBUNNEWS/BIRO PERS 

Editor : Didik Trio Marsidi
BANJARMASINPOST.CO.ID - Perayaan Hari Raya Idul Adha pada 31 Juli 2020 akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena pandemi virus corona masih menerpa.

Umat Islam merayakan Idul Adha dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Hikmah apa yang bisa dipetik dari perayaan Idul Adha di tengah pandemi virus corona?

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis mengatakan, Idul Adha di tengah pandemi virus corona akan semakin mempererat ikatan keluarga.

"Kita mungkin tak pernah mengalami lagi, sampai kita dipanggil Allah seperti suasana saat ini. Di mana kita banyak di rumah, lalu kita merayakannya lebih khidmat dengan keluarga, takbiran bersama keluarga, mungkin sebagian ada yang shalat dengan keluarga," kata Cholil saat dihubungi Kompas.com, Selasa (28/7/2020).

EID MUBARAK, 10 Ucapan Selamat Idul Adha 2020, Dalam Kerendahan Hati ada Ketinggian Budi

Kumpulan 55 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2020, Cocok di Facebook, IG, WhatsApp & Twitter

Ia mengatakan, pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan kehidupan manusia. Misalnya, kata dia, berkaitan dengan kedekatan bersama keluarga dan menjaga kebersihan.

"Mungkin dulu enggak menyadari kebersihan, sekarang lebih bersih. Dulu jarang pulang ke rumah, sekaran lebih banyak di rumah, ini semuanya diambil hikmahnya sehingga wabah menjadi rahmat bagi kita," ucapnya.

Lebih lanjut, Cholil menjelaskan, esensi Idul Adha dan ibadah kurban bukan perkara kemeriahannya, seperti takbir keliling maupun bergotong-royong menyembelih hewan kurban. Menurut dia, hal itu bagian dari syiar.

Dengan keterbatasan karena penyebaran virus corona ini, Cholil mengajak umat Islam untuk mengembalikan makna Idul Adha pada ketakwaan terhadap Sang Pencipta.

"Di sinilah kita diajarkan kemeriahan adalah bagian dari syiar, tapi yang lebih esensi adalah takwanya. Bahwa bukan daging yang diberikan, bukan ramai-ramai saat nyembelih, tetapi ketakwaan itu yang menjadi tolok ukur berkorban untuk kurban," jelas Cholil.

Halaman
12
Editor: Didik Triomarsidi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved