Berita

Dua Heli Water Boombing Merapat di Syamsudin Noor, Jalankan Misi Penanganan Karhutla

Antisipasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dipersiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan.

Editor: Syaiful Akhyar

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meski ada sedikit hujan lokal, pada Jumat (31/7/2020) di seputar kota Banjarbaru, namun antisipasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dipersiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan.

Buktinya, setelah koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, mengirimkan dua heli water boombing ke Kalsel.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Sahruddin, membenarkan soal kedatangan dua heli ke Kalsel tersebut dari BNPB.

"Ya benar sementara dua heli merapat ke Kalsel," kata Sahruddin, Jumat (31/8/2020).

Salat Idul Adha di Rantau Terapkan Protokol Kesehatan, Kemenag Tapin Beri Apresiasi

Kurangi Kantong Plastik, Pemkab Tapin Adakan 1000 Bakul Purun Gratis untuk Penyaluran Daging Kurban

Ditinggal Pemilik, Rumah di Desa Babai HST Ludes Diamuk Api

Covid- 19, Jarak Tempuh Gerak Jalan HUT RI Dipangkas

Sahruddin mengofirmasikan kepada BPBD kabupaten kota, atau Instansi terkait, TNI/Polri, para Relawan di Provinsi guna memudahkan pemadaman jalur udara dengan heli water boombing,

Mohon dapat memberikan titik-titik koordinat pengambilan air yang aman jauh dari pemukiman penduduk dan tidak ada tambak ikan dan lain yang akan merugikan bagi orang lain.

Diketahui dua heli yang merapat ke Syamsudin Noor untuk distanbykan operasi kebakaran hutan dan lahan itu yakni keduanya dengan tipe MIL8 MTV1.

Heli satunya dipiloti oleh Capt Anton Iardekov. Sementara yang satunya lagi, oleh Capt Andrey Korolkov.

Keduanya disewa secara periodik oleh BNPB dari PT. Qualita Indo Pratama untuk operasional penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kalsel, Roy Rizali Anwar, sebelumnya menjelaskan heli water boombing ini
adalah program BNPB pusat.

"Dan program tidak bisa diuangkan atau diambil dananya saja atau dialihkan program lain ke daerah
sehingga dari pada tidak dipakai mending digunakan untuk memaksimalkan pemadaman," kata dia.

Teknis lebih jauhnya, sambung Roy, pihaknya akan coba rapatkan dengan TNI AU dalam hal ini Lanud Syamsudin Noor, terkait parkirnya dan tak off landingnya.

"Jika boleh ditempatkan dititik lain kita akan parkirkan di titik lain, yang lebih dekat dengan titik api," kata Roy.

(banjarmasinpost.co.id/nurholis huda).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Syaiful Akhyar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved