Breaking News:

Berita Tanahbumbu

Guru di Tanahbumbu Boleh Home Visit tapi Tak Boleh Kumpulkan Siswa

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahbumbu, menegaskan belum ada belajar tatap muka di sekolah.

BANJARMASINPOST.CO.ID
Kadisdikbud Tanah Bumbu, Sartono. 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanahbumbu, menegaskan belum ada belajar tatap muka di sekolah.

Namun pihak sekolah bisa home visit kegiatan belajar dari rumah (BDR).

Ini dilakukan agar tetap bisa memutus penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanbu, Sartono, Jumat (31/7/2020) menyampaikan kegiatan home visit pada kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR).

Peringatan Sule pada Raffi ahmad dan Andre Taulany, Ayah Rizky Febian Sindir Soal Kebohongan

Peristiwa Ashanty Marah ke Olga Syahputra Diungkit, Aurel dan Atta Juga Rasakan Keanehan Anang

Berdasarkan Surat Edaran Sekjend Kemdikbud Nomor 15 Tahun 2020, Pelaksananaan Belajar Dari Rumah (BDR) ada 2 metode, yakni Pembelajaran Jarak Jauh Daring atau Online dan kedua, pembelajaran Jarak Jauh Luring atau Offline.

Pada pembelajaran Jarak Jauh Daring Media, sumber belajar yang digunakan adalah HP android (gadget) atau laptop dengan aplikasi WA atau lainnya.

Sedangkan pembelajaran Jarak Jauh Luring Media, sumber belajar yang digunakan bisa televisi, radio, modul, bahan ajar cetak atau alat peraga.

Jika metode yang digunakan Jarak Jauh Luar Jaringan, maka komunikasi orangtua dengan guru atau sebaliknya bisa menggunakan telepon, atau orangtua bisa datang ke sekolah atau guru mengantar ke rumah siswa (home visit).

"Bisa home visit, tetapi yang saya tekankan di sini, tidak dibenarkan mengumpulkan siswa di rumah salah satu orangtua siswa. Jadi untuk para guru agar bisa memahami ini," kata Sartono.

Lantas apa tanggapan orangtua? Menurut orangtua wali murid, Yazid, larangan mengumpulkan di satu rumah itu, dianggap positif.

Sebab, bila mengumpulkan di rumah orangtua siswa, sama saja belajar di sekolah.

"Ya saya setuju saja. Kalau pun dikumpulkan di salah satu rumah orangtua wli murid secara bergantian, terang saja akan memberatkan. Setidaknya air minum harus ada dan makanan, kalau pas jadwal orangtua yang kurang mampu, jelas akan minder," katanya, Sabtu (1/8/2020).

Dia mendukung program Dinas Pendidikan dengan kebijakan tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved