Breaking News:

Berita Banjarmasin

Hari Raya Idul Adha di Tengah Pandemi, Penjualan Kue Kering di Banjarmasin Turun Segini

Terjadi penurunan permintaan kue kering di Banjarmasin Kalsel hingga 60 di saat masih terjadi pandemi Covid-19.

MGADALENA UNTUK BPOST GROUP
Pebisnis kuliner Kota Banjarmasin, saat membuat kue kering untuk dipasarkan. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Momen hari-hari besar keagamaan biasanya membawa berkah bagi pebisnis kue kering.

Masyarakat kerap berlomba membeli kue dan kudapan untuk disajikan di kediamannya. Banyak pula yang membeli kue untuk  dibagi-bagikan ke kerabat dan kolega kerja.

Namun hal tersebut tak terjadi pada tahun ini. Setelah melewati bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1441 H, pandemi Covid-19 pun tak kunjung reda hingga tiba Hari Raya Idul Adha 1441 H yang mana berimbas pada menurunnya permintaan kue kering di Banjarmasin.

Pebisnis kuliner, Magdalena, mengatakan, penjualan kue kering sangat terdampak sejak adanya pandemi Covid-19 pada Maret 2020 lalu.

"Sampai memasuki lebaran Iduladha ini permintaan masih minim. Pada tahun-tahun sebelumnya, pada saat hari-hari besar keagamaan omset bisa naik drastis," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (1/8/2020).

Akibat penjualan menurun yang mana omset pun merosot sekitar 50-60 persen dari omset rata-rata per bulan Rp 5-6 juta dan di hari-hari besar keagamaan mencapai Rp 25 juta.

Jelang Lebaran, Rumah Zakat Kalsel Bantu Modal Usaha Pengrajin Kue Kering

Warga Banjarmasin Ini Banting Setir Bisnis Kue di Masa Corona

Guru Honorer Inspiratif di Banjarmasin, Bertahan dari Pandemi, Jualan Kue hingga Pulsa Elektrik 

Dampak Wabah Corona di Kalsel, Omset Penjual Kue Lumpur Ini Turun 40 Persen

Ariel NOAH Ucap Soal Kue Ulang Tahun Alleia, Putri Sarah Amalia Kini Berusia 15 Tahun

Harga Kue Ultah untuk Presiden Jokowi dari Chef Arnold Diungkap, Juri MasterChef Sebut Hal Ini

Kendati demikian, ia pun tetap optimistis memasarkan kuliner buatannya. Selain menjual langsung di toko berlokasi di Jalan Saka Permai Banjarmasin ia juga turut memasarkan melalui reseller.

Ada lebih dari 20 jenis kue kering yang diproduksi di antaranya nastar, kue kacang, putri salju, ring coklat, kue bunga coklat, kue melinjo, dan lain-lain yang dibanderol Rp 50.000-80.000 per toples.

Selain kue kering juga tersedia kue basah mulai Rp 2.000 per kue, ada pula nasi kotak, aneka minuman yakni sari kedelai, jelly, dan es buah.

Senada, pebisnis kue kering lainnya, Fitriani juga mengeluhkan adanya penurunan permintaan kue kering dari konsumen.

"Saya jual kue kering di momen tertentu saja, misalnya Idulfitri dan Iduladha sekarang ini. Tapi di tahun ini sangat sepi, kebanyakan konsumen saya yang berlangganan bikin sendiri di rumah karena lebih banyak di rumah saat pandemi ini," ungkapnya.

Ia kerap memasarkan kue kering miliknya ke teman-teman dekat, tetangga, dan kerabat di area Banjarmasin dan Banjarbaru.

Jenis kue yang dijual yakni nastar, putri salju, dan kue kacang dipatok Rp 65.000 per toples. Ada pula kue basah yakni bolu zebra, dan brownis yang dibanderol kisaran Rp 60.000-100.000 per kue.

(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved