Breaking News:

Berita HSS

Diskominfo Imbau Warga Kabupaten HSS Bijak Bermedsos, Ini Tips Tak Terjerat UU ITE

Diskominfo Kabupaten HSS imbau warga Kabupaten HSS agar tidak menyebarkan ujaran kebencian, haoks dan sejenisnya supaya tidak terjerak UU ITE.

APRIANTO
Sasmi Rifani, Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan ( Kalsel ). 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN-  Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), mengimbau masyarakat Kabupaten HSS agar tetap menjaga etika dan bijak saat menggunakan media sosial (Medsos).

Kehati-hatian, terutama sebelum memposting sesuatu ataupun mengomentari postingan orang lain.

Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten HSS, Sasmi Rifani, mengingatkan, penebar hoaks ataupun ujaran kebencian seperti penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menenangkan, memprovokasi, menghasut dapat dipidanakan.

Perbuatan tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Serta, Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial.

Untuk itu, pihaknya pun menyampaikan beberapa tips dalam bermedia sosial, dengan mengutif dari sumber :https://matranews.id/.

UPDATE Covid-19 Kalsel: 74 Pasien SEMBUH, Terbanyak dari Kabupaten HSS

Terpilih Kedua Kali untuk Paskibra Nasional, M Asri Maulana Temui Bupati HSS

Dana Insentif Tenaga Kesehatan HSS Segera Cair, Dinkes Masih Lakukan Verifikasi

Lantik 37 Kepala Sekolah, Bupati HSS Minta Disdik Perhatikan Siswa Tak Punya Akses Internet

Saat memposting konten berupa teks, gambar maupun video, dapat menjadi inspirasi sekaligus memotivasi bagi orang lain yang membaca maupun yang melihatnya. 

"Ini bisa menjadi indikator bahwa anda individu yang bijak. Kegemaran menulis sindiran kepada orang lain yang terlibat masalah dengan anda, hanya menunjukkan kepada publik akan ketidakmampuan menyelesaikan masalah. Bahkan, cenderung memperkeruh suasana menyangkut permasalahan yang dihadapi," urainya.

Kebebasan menyampaikan pemikiran maupun tulisan di media sosial bukan berarti semua kehidupan pribadi bisa diumbar. Untuk itu :

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved