Breaking News:

Berita Banjarbaru

Pembuatan Saluran Air ke Kawasan Dekat Bandara Syamsudin Noor Akan Dilakukan

Saluran air dari Cindai Alus ke Guntung Damar kawasan Bandara Syamsudin Noor untuk cegah karhutla segera dikerjakan pemenang lelang proyek.

banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Lahan Guntung Damar Kota Banjarbaru, Kalsel, yang langganan kebakaran hutan dan lahan di belakang bandara, dijadikan lahan pertanian. 

Editor:  Alpri Widianjono

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Progres pembuatan saluran air permanen dari Irigasi Riam Kaanan ke kawasan Guntung Damar dekat Bandara Internasional Syamsudin Noor, di Kota Banjarbaru, terus diproses.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan ( Kalsel ), Roy Rizali Anwar, melalui Plh Kepala Bidang Sumber Daya Air, Masrai Zulzai, Minggu (2/8/2020), mengemukakan, aliran air dirancang dari titik irigasi di Cindai Alus, Kabupaten Banjar.

Nantinya, dibuatkan saluran dengan dam yang bisa dibuka dan ditutup. Tujuannya, bagian dari upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar kawasan setempat.    

"Mudah-mudahan minggu kedua Agustus kontrak. Oktober kami targetkan teraliri. Tapi kalau darurat, bisa dipercepat," kata Masrai Zuzai.

Dijelaskan dia, untuk pemenang sudah ada PT Diang Putra Andika Tama. "Dalam saluran itu ada pemasangan U-Ditch untuk lebih menstabilkan saluran air," kata dia.

Dalam rencana pengaliran air dari saluran irigasi untuk penangana karhutla di seputar bandara itu, izin dari Balai Sungai Wilayah II Kalimantan. Namun titik lokasinya berbeda dengan yang dijebol pada tahun sebelumnya.

Dua Heli Water Boombing Merapat di Syamsudin Noor, Jalankan Misi Penanganan Karhutla

VIDEO Bandara Tidak Boleh Ada Asap, Guntung Damar Akan Ditenggelamkan

Sodetan dari Irigasi Riam Kanan di Kalsel untuk Cegah Karhutla Dekat Bandara

Antisipasi Ancaman Karhutla, BPBD Kalsel Uji Coba Alat Pemadaman di Danau Cermin Banjarbaru

Cegah Karhutla, Tim OPGRK Lakukan Pembasahan Gambut di Sekitar Bandara

Dijelaskan Masrai Zulzai, bahwa dari ujung pintu irigasi di Cindai Alus itu, menuju ke kawasan rawa di Guntung Damar, total memerlukan sekitar 1 kilometer.

"Kami rancang nantinya, sekitar 500 sampai 400 meter dibuat beton pabrikasi untuk membawa air 60 kali 80 sentimeter dengan tebal 15 sentimeter. Kemudian sisanya adalah saluran terbuka biasa. Diharapkan, di saluran tersebut elevasi sampai membasahi hingga embung dan bahkan bisa melintas di jalan bandara, " kata dia.

Selain itu, sambung Masrai, tahun ini pula juga dibuatkan atau dibangunkan jaringan pipa pengairan ke hutan lindung. "Sementara, satu kilometer dulu," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Alpri Widianjono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved