Berita Banjarmasin

Scarlet Lahirkan Bayi Bekantan di Stasiun Riset Pulau Curiak Batola

Seekor bayi bekantan lahir dari kelompok Bravo di Stasiun Riset Bekantan & Ekosistem Lahan Basah di Pulau Curiak,

Sahabat Bekantan untuk Banjarmasin Post
Scarlet bersama bayinya 

Editor: Eka Dinayanti

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kabar gembira kembali datang di hari yang penuh berkah 31 Juli 2020, Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah.

Seekor bayi bekantan lahir dari kelompok Bravo di Stasiun Riset Bekantan & Ekosistem Lahan Basah di Pulau Curiak, yang dikelola oleh Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) bersama Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Seekor bekantan (Nasalis lavartus) betina dewasa bernama Scarlet, melahirkan seekor bayi bekantan di dalam kawasan Stasiun Riset Bekantan, Pulau Curiak di Anjir Muara, Barito Kuala.

Menurut Amalia Rezeki, founder Sahabat Bekantan Indonesia (SBI) foundation, ini adalah kelahiran pertama bayi bekantan di kawasan Stasiun Riset Bekantan sepanjang tahun 2020.

Raffi Ahmad Nyaman di Dunia Hiburan, Suami Nagita Slavina Mantap Tolak Pinangan Putri Maruf Amin

Kakak Ipar Nella Kharisma Ancam Penjarakan Sosok Ini, Imbas Fitnah Selingkuh demi Dory Harsa

LOWONGAN Kerja, Ombudsman Republik Indonesia Buka Seleksi Anggota, Minat Ayo Daftar!

Sebelumnya tahun 2019 lalu telah lahir 4 ekor bekantan, jadi total 5 ekor sudah yang dilahirkan sejak diresmikan stasiun riset ini.

"Kelahiran bayi bekantan ini menambah deretan kegembiraan crew SBI. Ini merupakan sebuah capaian yang luar biasa. Di kawasan pulau kecil yang dikelola dan dijaga oleh SBI serta masyarakat nelayan setempat, telah berhasil menyumbang penambahan populasi bekantan di Indonesia," papar Amel, panggilan akrab, Amalia, Minggu (2/8/2020).

Dia menyampaikan, kedepan jika sudah siap di sekitar kawasan Stasiun Riset Bekantan tersebut, akan dibangun sanctuary alami sekaligus sebagai rescue center, sesuai arahan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan menggantikan rescue center yang ada di Banjarmasin.

Saat ini pihak SBI berusaha membebaskan beberapa kavling tanah, melalui program buy back land.

Amel berharap semua pemangku kepentingan bisa saling support satu sama lain menyelamatkan bekantan di kawasan tersebut, dengan menjaga habitatnya yang tersisa, agar tidak beralih fungsi menjadi kawasan industri atau pelabuhan sehingga merusak habitat bekantan dan ekosistem hutan mangrove rambai.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved